Tak Boleh Dipungut Biaya, Alumni di Pati Diminta Segera Ambil Ijazah yang Masih Tertahan di Sekolah

Jurnalindo.com, – Alumni sekolah negeri di Kabupaten Pati yang ijazahnya masih tertahan di satuan pendidikan kini dapat mengambilnya tanpa dikenai biaya apapun. Hal ini ditegaskan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah agar tidak ada lagi kesalahpahaman di masyarakat terkait pengambilan ijazah.

Sekolah diminta aktif menyosialisasikan informasi tersebut kepada masyarakat, khususnya para alumni yang belum mengambil ijazah. Salah satunya dilakukan oleh SMAN 1 Pati yang membuat flyer berisi pernyataan bahwa pengambilan ijazah dilakukan secara gratis.

Kepala SMAN 1 Pati, Wiyarso, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Pasalnya, masih banyak kabar yang menyebut alumni harus membayar saat mengambil ijazah.

“Kami diimbau oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah untuk membuat flyer, tujuannya sebagai pengingat. Di dalamnya harus mencantumkan kata gratis, sehingga jika ada ijazah yang tertinggal dapat diambil tanpa biaya. Bahkan kalau tidak ada kata gratis diminta membuat ulang flyer-nya,” ujar Wiyarso saat dihubungi, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa seluruh ijazah alumni di sekolahnya sebenarnya telah diserahkan secara gratis. Kebijakan tersebut bahkan sudah diterapkan sejak beberapa tahun lalu.

“Itu sudah lama, sejak 2022 ketika saya masih menjadi Kepala SMAN 2 Pati sudah ada imbauan dari Pak Ganjar Pranowo selaku gubernur saat itu. Jika ada sekolah menahan ijazah murid maka bisa dikenai sanksi. Untuk alumni SMAN 1 Pati sendiri sudah mengambil ijazah semuanya,” jelasnya.

Bagi sekolah yang telah menyalurkan seluruh ijazah kepada alumni, diwajibkan membuat surat pernyataan sebagai bukti administrasi. Pihak SMAN 1 Pati pun telah menyerahkan surat tersebut kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah.

“Kami sudah membuat surat pernyataan bahwa semua alumni telah mengambil ijazahnya dan sudah kami serahkan ke Cabang Dinas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Jawa Tengah, Budi Santosa, meminta sekolah menyampaikan informasi ini secara masif agar para alumni tidak ragu mengambil ijazah meskipun pernah memiliki tunggakan.

“Imbauannya supaya sekolah jemput bola menyampaikan informasi. Yang penting tidak ada pungutan pengambilan ijazah. Harapan kami ijazah segera diambil karena pendidikan bisa mengubah nasib seseorang,” ujarnya.

Ia menjelaskan jika masih ada ijazah yang tersimpan di sekolah, biasanya bukan karena persoalan biaya. Sebagian alumni diketahui sudah bekerja di luar daerah sehingga belum sempat mengambil ijazah setelah dinyatakan lulus.

“Saat kami cek, beberapa ijazah memang masih ada di sekolah. Namun bukan karena masalah keuangan, banyak yang langsung bekerja sehingga ijazahnya tertinggal. Sekolah bahkan kesulitan mencari kontak para alumni tersebut,” tuturnya.

Budi menambahkan, pengumuman terkait pengambilan ijazah gratis telah disampaikan sekitar sepekan lalu. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh sekolah negeri jenjang SMA, SMK, dan SLB di Jawa Tengah.

Selain itu, ia memastikan tidak ada lagi pungutan seperti uang gedung di sekolah negeri. Menurutnya, sejak 2019 seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri di Jawa Tengah sudah tidak memberlakukan pungutan tersebut.

“Mengamati fenomena di masyarakat ternyata masih banyak keluhan ijazah anaknya tertahan di sekolah. Karena itu kami minta semua sekolah membuat flyer informasi. Terkait uang gedung, kami pastikan SMA, SMK, dan SLB negeri sudah tidak ada pungutan, semuanya gratis,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *