Ribuan Lowongan Kerja Dibuka di Pati, Disnaker Target Serap 8.500 Tenaga Kerja Tahun Ini

Jurnalindo.com, – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati menyampaikan kabar baik bagi para pencari kerja. Sejumlah perusahaan besar di Bumi Mina Tani membuka lowongan kerja (loker) dengan total ribuan kuota tenaga kerja baru.

Kepala Disnaker Kabupaten Pati, Bambang Agus Yunianto, menyebut beberapa perusahaan yang membuka rekrutmen di antaranya PT Sejin Fashion Indonesia (SFI), PT Misaja Mitra, serta PT Dua Putra Utama.

Menurutnya, PT Sejin Fashion Indonesia membuka lowongan kerja secara besar-besaran dengan sistem jemput bola di sejumlah kecamatan.

“PT Sejin mulai merekrut tenaga kerja. Ada empat kecamatan yang menjadi sasaran, yakni Tlogowungu, Trangkil, Kayen, dan Jakenan. Yang diprioritaskan perempuan,” ujar Bambang, Selasa (10/3/2026).

Perusahaan industri garmen milik pengusaha asal Korea Selatan yang berlokasi di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo itu membuka sekitar 1.000 hingga 1.500 lowongan kerja selama tiga bulan ke depan. Usia pelamar yang dibutuhkan berkisar antara 18 hingga 45 tahun.

“Ada loker sekitar 1.000 sampai 1.500 selama tiga bulan ini. Kita lihat nanti perkembangannya ke depan,” jelasnya.

Selain itu, PT Misaja Mitra yang bergerak di sektor pengolahan udang di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso juga membuka peluang kerja cukup besar.

“Misaja membutuhkan sekitar 500 sampai dengan 1.000 karyawan, tetapi dilakukan secara bertahap,” terangnya.

Sementara itu, PT Dua Putra Utama yang bergerak di bidang pengolahan ikan di Desa Purworejo, Kecamatan Pati, juga membuka lowongan kerja dalam jumlah besar pada tahun 2026 ini.

“Dua Putra juga membuka hampir 2.000 tenaga kerja tahun ini,” tambahnya.

Dengan adanya berbagai pembukaan lowongan kerja dari sejumlah perusahaan tersebut, Disnaker Pati berharap dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Bambang menuturkan, pada tahun 2025 lalu penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Pati bahkan melampaui target.

“Serapan tenaga kerja tahun lalu mencapai sekitar 9.000 orang, padahal targetnya sekitar 7.500. Itu juga didukung adanya perekrutan dari HWI kemarin. Tahun ini targetnya 8.500 tenaga kerja bisa terserap,” tandasnya. (Juri/Jurnal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *