Jurnalindo.com, – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, meresmikan sekaligus menyerahterimakan mushola dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) hasil khidmah NU Peduli Jawa Tengah di Desa Bukit Tiga, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Senin (2/2/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan sarana ibadah dan pendidikan pasca banjir bandang yang sempat melanda wilayah Peunaron beberapa waktu lalu. Mushola dan TPQ yang telah dibangun kembali itu diharapkan dapat segera difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan serta pendidikan anak-anak warga setempat.
Dalam sambutannya, KH Abdul Ghaffar Rozin panggilan akrabnya disapa Gus Rozin menyampaikan bahwa bantuan dari PWNU Jawa Tengah merupakan sumbangsih sederhana yang diniatkan untuk keberlanjutan ibadah dan pendidikan masyarakat.
“Hal-hal kecil sebagai sumbangsih dari PWNU Jawa Tengah untuk masyarakat Peunaron. Meskipun kecil, tetapi semoga ini membawa berkah bagi kita semuanya,” ujarnya.
Ia berharap fasilitas yang telah diresmikan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, baik untuk ibadah, pengajian, maupun kegiatan belajar anak-anak.
“Bisa masyarakat Peunaron, terutama di kampung ini, bisa meneruskan beribadah di mushola, bisa meneruskan pengajian di balai pengajian, bisa terus belajar di perpustakaan,” lanjutnya.
Gus Rozin juga menyinggung kondisi perpustakaan yang turut terdampak banjir bandang. Menurutnya, buku-buku bacaan yang sebelumnya ada ikut hanyut terbawa arus. PWNU Jawa Tengah pun berkomitmen melengkapi kembali kebutuhan literasi bagi anak-anak.
“Insyaallah dari PWNU Jawa Tengah juga akan mengirimkan buku-buku yang dibutuhkan, buku bacaan untuk tingkat SD dan tingkat SMP,” jelasnya.
Ia mengaku terharu atas sambutan hangat masyarakat Aceh, seraya menegaskan bahwa apa yang telah dilakukan NU Jawa Tengah masih jauh dari cukup jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat Aceh secara keseluruhan.
“Apa yang sudah dilakukan oleh kita ini belum apa-apa dibanding dengan kebutuhan masyarakat di Peunaron dan di Aceh secara umum,” pungkasnya.
Meski demikian, Gus Rozin berharap mushola dan TPQ yang telah diresmikan dapat menjadi wasilah kebaikan serta mempererat ikatan batin Nahdliyin lintas daerah.
Sementara itu, Ketua LAZISNU PWNU Aceh, Tgk Akmal Abzal, menyampaikan apresiasi atas kehadiran rombongan PWNU Jawa Tengah yang dinilai membawa harapan dan semangat baru bagi masyarakat Aceh.
“Mudah-mudahan kedatangan Gus Rozin dengan keluarga besar Nahdliyin Jawa Tengah bisa memberi harapan dan semangat baru bagi masyarakat Aceh untuk bangkit kian lebih baik dari sebelumnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran rombongan Jawa Tengah bukan sekadar simbolik, melainkan meninggalkan jejak nyata berupa infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Bukan hanya hadir fisik Ketua PWNU Jawa Tengah, tapi telah hadir juga fisik bangunan infrastruktur yang menjadi delegasi kepada kita semua,” tambahnya.
Dengan ungkapan khas Aceh, Tgk Akmal menggambarkan antusiasme masyarakat setempat.
“Kalau dalam bahasa Aceh, Gus: Cut Glee Rayeuk Hate. Artinya, begitulah kami menyambut kedatangan Gus Rozin dengan keluarga besar dari Jawa Tengah.”
Selain peresmian mushola dan TPQ, acara tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan donasi uang tunai dari PWNU Jawa Tengah dan Bupati Blora kepada sejumlah PCNU di Aceh, yakni PCNU Aceh Timur, PCNU Aceh Tengah, PCNU Aceh Tamiang, dan PCNU Bener Meriah.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua NU Peduli Jawa Tengah KH Madzur Labib, Ketua LPBI Jawa Tengah Pudji Wibowo, Direktur LAZISNU Jawa Tengah R Wibowo, Bupati Blora Arif Rahman, serta jajaran pengurus PWNU Aceh, PCNU se-Aceh, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat.
Sebagai bentuk kepedulian berkelanjutan, LAZISNU Jawa Tengah terus membuka ruang partisipasi publik bagi masyarakat yang ingin membantu saudara-saudara di Aceh dan Sumatra melalui donasi kemanusiaan. (Juri/Jurnal)












