Jurnalindo.com, – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati memastikan keamanan pangan asal hewan dengan melakukan serangkaian pengujian terhadap daging dan telur yang beredar di pasar tradisional. Upaya ini dilakukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat agar dapat mengkonsumsi produk peternakan dengan aman.
Bersama Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, tim melakukan pengambilan sampel di Pasar Puri Baru dan Pasar Rogowongso pada Senin (16/3). Sampel yang diambil meliputi daging dan telur dari sejumlah pedagang untuk kemudian diuji di laboratorium.
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Pati, Andi Hirawadi, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan melalui dua tahapan, yakni pemeriksaan organoleptis dan uji mikrobiologi.
Pemeriksaan organoleptis mencakup penilaian kondisi fisik seperti warna, bau, dan tekstur, sementara uji mikrobiologi bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya bakteri berbahaya.
“Hasil pemeriksaan awal secara organoleptis menunjukkan daging yang dijual di pasar dalam kondisi aman dan layak konsumsi,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengujian lanjutan di laboratorium guna memastikan kualitas pangan secara menyeluruh.
“Hasil uji mikrobiologi tersebut diperkirakan baru akan diketahui dalam beberapa waktu kedepan karena memerlukan proses analisis lebih lanjut,”ungkapnya.
Menurut Andi, langkah ini menjadi bagian penting dalam pengawasan pangan, terutama menjelang Idul Fitri ketika permintaan daging dan telur mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tersebut berpotensi memicu peredaran produk yang tidak memenuhi standar kesehatan jika tidak diawasi secara ketat.
Melalui kegiatan ini, Dispertan Pati berharap produk pangan asal hewan yang beredar tetap memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang tanpa khawatir terhadap kualitas bahan pangan yang dikonsumsi. (Juri/Jurnal)











