Kasubdit Kurev Kemenag RI Perkuat Implementasi KBC di MTsN 1 Pati

Jurnalindo.com, Pati – Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Kemenag RI, Abdul Basit hadir sebagai narasumber utama pada kegiatan Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di MTsN 1 Pati. Kehadiran Basit, didampingi oleh Katim Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Kemenag Jateng, Juair pada Sabtu (24/1).

Dalam kunjungannya, Basit memaparkan secara mendalam mengenai filosofi di balik peluncuran KBC. Ia mengungkapkan, lahirnya KBC didasari oleh keprihatinan Menteri Agama terhadap maraknya dehumanisasi, konflik bersenjata seperti di Gaza, Afrika dan beberapa negara di Timur Tengah, hingga krisis lingkungan global.

“Perang itu selalu muncul dari adanya rasa benci. Inilah yang menjadi spirit lahirnya KBC bahwa hidup di dunia global harusnya saling menghormati, menghargai, dan menyayangi sehingga tidak ada lagi negara super power atau negara yang menjajah negara lain. Di samping itu adanya global warming, krisis lingkungan, dan bencana alam akibat dari perbuatan manusia. Mengacu pada dua hal itu, maka Bapak Menteri meminta kita untuk menginisiasi melahirkan KBC sebagai solusi bagi dunia,” paparnya.

Ia menegaskan, KBC sangat fleksibel diimplementasikan, baik dalam kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler, ekstrakurikuler, hingga pembiasaan di madrasah. Menurut Basit, banyak kegiatan siswa yang sebenarnya sudah mengandung nilai-nilai KBC, sehingga proses penerapannya tidak akan mengalami hambatan yang signifikan. Lebih lanjut, ia menilai bahwa KBC sebagai instrumen yang tepat untuk menyeimbangkan standar akademik dan kebutuhan emosional siswa.

“KBC ini adalah ruh dari implementasi kurikulum,” ujarnya.

“Ketika seluruh stakeholder di madrasah memiliki spirit yang sama dengan Bapak Menteri maka sebenarnya tidak ada tantangan dalam implementasi KBC. Tetapi hal sebaliknya tentu akan terjadi ketika stakeholder madrasah tidak punya semangat untuk membersamai siswa dengan kasih sayang, maka itu menjadi tantangan utama,” imbuh Basit.

Di akhir pernyataannya, ia memberikan apresiasi kepada MTsN 1 Pati yang dinilai responsif terhadap setiap kebijakan baru dari Kementerian Agama.

“MTsN 1 Pati selalu terdepan. Setiap kebijakan-kebijakan baru di Kementerian Agama, MTsN 1 Pati selalu hadir yang paling awal untuk mengimplementasikan, termasuk implementasi KBC. MTsN 1 Pati mampu mengadaptasi dan mengakselerasi kebijakan baru dengan cepat. MTsN 1 Pati, Keren!,” pungkas Basit.

Kepala MTsN 1 Pati, Wahyu Hidayat menyambut baik penguatan KBC sebagai langkah strategis yang sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Ia menyampaikan, nilai-nilai KBC sebenarnya telah diimplementasikan di MTsN 1 Pati melalui berbagai kegiatan pembiasaan. Meski demikian, ia menekankan bahwa arahan dan bimbingan dari Kasubdit Kurev semakin memperkuat komitmen seluruh jajaran madrasah untuk lebih konsisten dalam pengimplementasiannya.

“Bagi kami di MTsN 1 Pati, KBC sebenarnya sudah diterapkan, salah satu contohnya adalah kegiatan pembiasaan karakter yang sudah berjalan. Namun, hadirnya arahan resmi dari pemangku kebijakan secara langsung, tentu ini semakin memperkuat komitmen kami dan membuat kami semakin semangat untuk lebih konsisten dalam pelaksanaanya,” tutup Wahyu.(humas_mtsn1pati) (Jurnalindo.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *