Jurnalindo.com, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan program beasiswa bagi mahasiswa tetap berlanjut meski pendanaannya tahun ini menghadapi kendala akibat berkurangnya kontribusi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan beberapa perusahaan yang sebelumnya menjadi penyumbang dana CSR tidak lagi memberikan bantuan pada tahun ini. Kondisi tersebut membuat Pemkab harus mencari sumber pendanaan lain agar program beasiswa tetap berjalan.
“CSR itu kan dipakai sebagai sumber pendanaan. Ada beberapa perusahaan yang tahun ini tidak memberikan CSR-nya. Jadi ini harus kita gali lagi dari mana anggarannya. Tapi sudah kami himpun, Dinas Pendidikan juga sudah melaksanakan, BPD Jateng juga sudah mengeluarkan. Tinggal petunjuk teknisnya yang masih kami susun. Intinya semua tetap kita jalankan,” ujarnya Chandra, Selasa (30/06/2026).
Ia menegaskan, keterbatasan dana CSR tidak membuat program beasiswa dihentikan. Pemkab tetap berkomitmen memenuhi hak para mahasiswa penerima manfaat, termasuk mencairkan tunggakan beasiswa yang belum dibayarkan.
“Enggak, enggak berhenti. Kita jalankan,” tegasnya.
Diketahui, beasiswa yang belum dicairkan mencakup tunggakan selama tiga bulan, yakni periode Mei hingga Juni. Besaran bantuan yang diterima bervariasi, yaitu Rp1 juta per bulan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, Rp1,5 juta per bulan bagi kategori miskin ekstrem, dan Rp2,5 juta per bulan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Menurut Chandra, Pemkab tidak dapat memaksa perusahaan untuk terus memberikan dana CSR karena sifatnya bukan kewajiban.
“Kita tidak bisa memaksa perusahaan memberikan CSR kepada kita. CSR ini hukumnya tidak wajib. Kalau perusahaan punya kelebihan ya masih kasih kita, kalau tidak ya tidak,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Pati akan mengkaji pengalokasian anggaran melalui APBD Perubahan apabila kebutuhan pendanaan beasiswa belum dapat dipenuhi dari CSR.
“Ya pasti nanti akan agendakan perubahan kita dianggarkan dari APBD. Nanti akan kita kaji,” ucapnya.
Pihaknya menyebut, hingga saat ini dukungan CSR baru dipastikan berasal dari Pabrik Gula Trangkil dan Bank Jateng. Sementara sejumlah perusahaan lainnya masih belum memberikan kepastian mengenai kontribusi CSR tahun ini. Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga disebut akan ikut memberikan dukungan pendanaan.
“Nilainya sementara sesuai dengan kebutuhan untuk membayar tunggakan tiga bulan kemarin. Selanjutnya akan kita komunikasikan lagi untuk anggaran di perubahan,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)











