Jurnalindo.com – Banjir yang melanda Kabupaten Pati selama dua pekan terakhir mulai berangsur surut. Meski demikian, hingga saat ini genangan air masih merendam puluhan desa di sejumlah wilayah.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, tercatat sebanyak 60 desa di 7 kecamatan masih terdampak banjir. Jumlah tersebut menurun signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang mencapai 136 desa.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Pati, Suntoro, mengatakan penurunan wilayah terdampak terjadi seiring surutnya debit air di beberapa daerah. Namun, banjir masih memaksa ribuan warga mengungsi.
“Update yang kebanjiran ada 60 desa di 7 kecamatan. Jumlah pengungsian 563 KK dengan jumlah 1.624 jiwa,” jelas Suntoro saat dihubungi, Sabtu (24/1/2026). dilansir dari detik.com
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban banjir, BPBD Pati bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan darurat. Salah satunya dengan mendirikan dapur umum di seluruh kecamatan yang terdampak.
“Upaya kami saat ini mendirikan dapur umum di seluruh kecamatan yang terdampak banjir,” lanjutnya.
Di beberapa wilayah, kondisi banjir masih cukup parah. Seperti di Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, hingga pukul 16.00 WIB genangan air masih merendam permukiman warga. Aktivitas masyarakat pun lumpuh dan warga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas sehari-hari.
BPBD Pati mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem dan curah hujan masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Pati.
Jurnal/Mas












