45 Calon Paskibraka Kabupaten Pati Mulai Digembleng, Perkuat Ideologi Pancasila dan Nasionalisme

Jurnalindo.com, – Sebanyak 45 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Pati mulai mengikuti pembelajaran aktif sebagai bagian dari rangkaian pembekalan menjelang pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dimulai pada Senin (6/7/2026) di Aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pati.

Dalam pembekalan perdana, para calon Paskibraka menerima materi penguatan ideologi Pancasila, nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Materi disampaikan oleh narasumber dari Kodim 0718/Pati, Polresta Pati, guru, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI).

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turut memberikan arahan sekaligus mengecek kesiapan para calon Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan 17 Agustus 2026.

“Anak-anak sangat siap sekali, sudah diseleksi secara ketat dari semua sekolah di Kabupaten Pati. Biasanya didominasi SMA dan SMK negeri di Kecamatan Pati, tapi sekarang banyak sekolah di luar Kecamatan Pati, ada juga sekolah SMA dan SMK swasta,” ujar Chandra kepada awak media.

Menurutnya, komposisi calon Paskibraka tahun ini semakin beragam karena berasal dari berbagai sekolah negeri maupun swasta. Ia berharap pembekalan yang diberikan mampu meningkatkan disiplin, keterampilan PBB, serta menanamkan jiwa nasionalisme yang kuat kepada para peserta.

“Materi dari narasumber ini tentang kebangsaan dan jiwa nasionalisme, baris-berbaris, dan kedisiplinan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pati, Niken Tri Meiningrum, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melalui proses seleksi yang ketat, mulai dari tes wawancara, tes kesamaptaan, tes PBB, tes wawasan kebangsaan, hingga Tes Intelegensi Umum (TIU).

Ia menambahkan, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan melalui aplikasi Transparansi Paskibraka sehingga prosesnya dapat dipantau secara terbuka oleh peserta.

“Seleksi Paskibraka tingkat Kabupaten Pati diatur dalam aplikasi Transparansi Paskibraka. Sehingga para peserta bisa memantau hasil seleksi secara transparan dan akuntabel, termasuk saat CAT,” jelas Niken.

Kesbangpol juga mendorong seluruh sekolah di Kabupaten Pati untuk mengembangkan ekstrakurikuler PBB sebagai wadah pembinaan calon Paskibraka sejak dini. Selain itu, sosialisasi melalui media sosial dinilai penting untuk meningkatkan minat pelajar mengikuti seleksi Paskibraka.

“Harapan kami semua sekolah paling tidak ada ekstrakurikuler PBB. Dan perlu kita sosialisasikan lewat media sosial agar anak minat menjadi Paskibraka, karena menjadi suatu kebanggaan yang luar biasa,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)