Rob Kepung Desa Tunggulsari, 80 Rumah dan Seluruh RT Terendam

Jurnalindo.com, – Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, semakin parah dalam dua hari terakhir. Luapan air pasang laut terus meluas hingga merendam seluruh Rukun Tetangga (RT) di desa tersebut. Sedikitnya 80 rumah yang dihuni 112 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter di titik tertinggi.

Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, mengatakan meningkatnya genangan dipicu oleh gelombang pasang laut yang disertai angin kencang di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak pasang diperkirakan terjadi pada Kamis hingga Jumat.

“Kejadian banjir rob karena kondisi alam. Gelombang pasang laut tinggi, angin kencang dari kemarin,” kata Setyo melalui pesan WhatsApp, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, banjir rob mulai kembali meninggi sejak Selasa (14/7/2026). Hingga Kamis, genangan telah meluas ke seluruh wilayah desa yang terdiri dari lima RT.

“Rumah terdampak total 80 rumah dengan 112 KK. Genangan tertinggi berada di wilayah permukiman RT 5 mencapai 70 sentimeter, sedangkan genangan terendah di RT 1 sekitar 10 sentimeter,” ujarnya.

Tak hanya permukiman warga, banjir rob juga merendam ruas jalan desa sepanjang 800 meter sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas masyarakat. Di sektor ekonomi, sekitar 85 hektar tambak milik warga turut terendam.

“Ruas jalan permukiman terendam total 800 meter. Luas tambak terdampak 85 hektar,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, Pemerintah Desa Tunggulsari bersama masyarakat telah mendirikan dapur umum di RT 5 dengan memanfaatkan tenda bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah. Dapur umum akan beroperasi hingga kondisi banjir berangsur membaik.

“Sekarang warga bersama Pemdes membuat dapur umum di RT 5 menggunakan tenda bantuan dari BPBD Provinsi Jateng. Peralatan dapur besok pagi kami ambil di BPBD Pati,” tutur Setyo.

Selain itu, pemerintah desa juga menyiagakan dua unit perahu mitigasi untuk membantu evakuasi warga yang ingin mengungsi sekaligus memperlancar distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.

“Perahu mitigasi sudah kami siapkan dua unit sejak kemarin jika ada warga yang meminta dievakuasi,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Setyo mengakui penanganan rob melalui pembangunan tanggul belum sepenuhnya rampung. Tanggul yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Pati baru selesai sepanjang 75 meter, sementara tanggul kedua sepanjang 90 meter masih dalam proses pemasangan pancang. Adapun penanganan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepanjang 450 meter masih memasuki tahap persiapan material.

“Tanggul pertama dari pemkab sudah selesai 75 meter. Tanggul kedua sepanjang 90 meter baru proses pancang. Penanganan dari pemprov baru persiapan material. Hari Kamis direncanakan mulai pemasangan pancang sepanjang 450 meter,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)