Proyek KDMP Diduga Tutup Saluran Air, 10 Hektar Sawah Petani Sarirejo Terendam

Jurnalindo.com, – Petani di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mengeluhkan kondisi saluran air yang diduga tertutup material pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Akibatnya, sekitar 10 hektar sawah di desa tersebut terendam air sehingga mengganggu aktivitas pertanian.

Sugiharto, salah satu petani setempat, mengatakan sawah miliknya kerap tergenang air selama berhari-hari setelah hujan turun. Kondisi ini terjadi sejak proyek pembangunan KDMP di Desa Sarirejo mulai dikerjakan sekitar dua bulan terakhir.

Menurutnya, saluran air di tepi sawah yang sebelumnya menjadi jalur pembuangan menuju Sungai Simo kini tertutup timbunan material proyek. Hal itu menyebabkan air tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga meluap ke area persawahan.

“Sawah ini tempat tujuan akhir air. Kalau hujan dua jam saja sudah terendam semua. Apalagi dengan adanya bangunan KDMP ini air terus meluap. Biasanya dua hari sudah surut, sekarang sampai dua minggu belum habis,” ungkap Sugiharto kepada awak media, Kamis (12/3/2026).

Akibat genangan tersebut, para petani mengalami gagal tanam bahkan gagal panen. Sugiharto mengaku kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp 30 juta karena sawahnya terendam air hingga tanaman tidak bisa dipanen.

Ia menyebut, total sekitar 10 hektar lebih lahan sawah di Desa Sarirejo terdampak kondisi tersebut.

“Ini terdampak lebih dari 10 hektar. Petani rugi total. Sudah dua kali gagal panen dan tanam hilang karena terendam,” tuturnya.

Para petani pun meminta pemerintah desa (Pemdes) Sarirejo dan pihak terkait untuk segera membuatkan selontong atau gorong-gorong sebagai jalur aliran air dari sawah menuju Sungai Simo. Saluran tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah genangan air di area pertanian.

“Harapan kami yang di selatan dan timur yang tertutup itu dikasih selontong supaya air bisa mengalir,” ujarnya.

Sugiharto juga menyayangkan pembangunan KDMP yang dinilai tidak melalui koordinasi dengan masyarakat, termasuk dalam pemilihan lokasi pembangunan.

“Kalau bangunan sudah terlanjur berjalan ya tidak apa-apa, yang penting diberi selontong. Bahkan pembangunan ini baru dimulai sekitar dua bulan ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, para petani sebenarnya sudah menyampaikan keluhan kepada Komando Distrik Militer (Kodim) 0718/Pati serta perangkat desa. Saat itu, mereka dijanjikan akan ada tindak lanjut berupa pelebaran saluran air, namun hingga kini belum terealisasi.

“Petani sudah memberi masukan ke Kodim dan perangkat desa, katanya mau dilebarkan. Tapi sampai sekarang masih mangkrak,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Sarirejo, Wiku Haryanto, menjelaskan bahwa saluran air yang saat ini tertutup akan dikembalikan fungsinya setelah pembangunan KDMP selesai. Nantinya, akan dibuatkan gorong-gorong sebagai jalur aliran air dari area persawahan.

“Ada pembangunan KDMP, aliran air sementara dipakai untuk pengurukan. Setelah selesai akan dikembalikan lagi dan diberi gorong-gorong,” jelasnya.

Ia menambahkan, rencana pembangunan saluran air tersebut telah dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan sudah dikoordinasikan dengan pihak Kodim 0718/Pati.

Namun demikian, Wiku mengaku belum mengetahui secara pasti kapan pembangunan gorong-gorong tersebut akan direalisasikan. Pihaknya juga telah melakukan mediasi dengan pihak terkait terkait keluhan para petani. (Juri/Jurnal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *