Mensos Gus Ipul Serahkan Santunan Rp 4,05 Miliar untuk 270 Ahli Waris Korban Banjir di Aceh Utara

blue.kumparan.com
blue.kumparan.com

Jurnalindo.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyerahkan secara langsung santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Penyerahan santunan dilakukan di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (24/1/2026).

Total santunan yang disalurkan pemerintah mencapai Rp 4.050.000.000 untuk 270 ahli waris. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana banjir yang melanda wilayah Aceh Utara beberapa waktu lalu.

“Di sini menyerahkan secara langsung, sesuai arahan Presiden, santunan bagi keluarga yang meninggal dunia akibat bencana beberapa waktu yang lalu,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis.

Dalam arahannya, Gus Ipul menjelaskan bahwa penanganan bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilakukan melalui mekanisme khusus yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Presiden Prabowo Subianto secara langsung menginstruksikan sinergi lintas sektor untuk menangani dampak bencana tersebut.

Menurutnya, tahap pertama penanganan bencana adalah kedaruratan dan evakuasi yang dilaksanakan oleh petugas terlatih dari Basarnas, TNI, Polri, serta kader-kader kebencanaan lainnya.

“Yang melakukan evakuasi itu adalah orang-orang yang terlatih, yang memang memiliki kemampuan khusus untuk mengevakuasi korban-korban bencana,” jelas Gus Ipul. dilansir dari detik.com

Pada tahap kedaruratan, pemerintah juga mendirikan shelter atau posko pengungsian serta mendistribusikan bantuan logistik. Khusus di Kabupaten Aceh Utara, bantuan yang telah disalurkan antara lain makanan siap saji sebanyak 750 paket, makanan anak 760 paket, family kit 200 paket, kidswear 100 paket, sandang dewasa 200 paket, kasur 100 lembar, dan selimut 400 lembar.

Selain itu, bantuan lainnya meliputi tenda gulung 200 lembar, tenda keluarga 120 unit, tenda induk 1 unit, sandang anak 400 paket, penjernih air 2 unit, sembako 5.000 paket, peralatan ibadah 500 paket, serta beras reguler sebanyak 2.000 kilogram.

“Biasanya dalam masa evakuasi ini kemudian didukung dengan bantuan logistik yang diperlukan oleh para pengungsi atau keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Kementerian Sosial juga bekerja sama dengan berbagai pihak mendirikan dapur umum. Di Aceh Utara, satu dapur umum didirikan dengan kapasitas memasak hingga 6.000 porsi makanan siap saji per hari.

Gus Ipul menambahkan, setelah tahap kedaruratan dan evakuasi, penanganan bencana akan berlanjut ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memperbaiki serta membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak. Pada tahap ini, Kemensos mendapat mandat untuk memberikan dukungan kepada keluarga terdampak.

“Yang kita kerjakan adalah menyalurkan santunan kepada ahli waris yang meninggal dunia dan yang luka-luka,” ujarnya.

Ke depan, setelah korban menempati Hunian Tetap (Huntap) atau Hunian Sementara (Huntara), Kemensos akan memberikan bantuan perabotan rumah senilai Rp 3 juta per keluarga. Selain itu, bantuan jaminan hidup (jadup) sebesar Rp 450 ribu per orang per bulan akan diberikan selama tiga bulan, serta bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 5 juta per keluarga.

Seluruh bantuan tersebut disalurkan melalui mekanisme pengusulan pemerintah daerah, penetapan daftar normatif melalui Forkopimda, serta validasi oleh Kementerian Dalam Negeri selaku satgas rehabilitasi.

“Data-datanya kami terima dari Pemerintah Daerah, perlu waktu sedikit untuk verifikasi dan validasi,” ungkap Gus Ipul.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana banjir di wilayahnya.

“Kita patut dan harus mengapresiasi semua pihak yang selama dua bulan musibah ini telah melanda, dari unsur manapun yang sudah bersama-sama membantu penanganan bencana di Aceh Utara,” ujar Tarmizi.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Anggota DPD RI Azhari Cage, Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi, Forkopimda Aceh Utara, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya.

Jurnal/Mas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *