Gunung Semeru Semburkan Awan Panas Sejauh 4,5 KM

jurnalindo.com – Gunung Semeru kembali menyemburkan awan panas sejauh 4,5 km dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi gempa 1.200 detik, pada Rabu pukul 22.15 WIB.

“Hujan awan panas disaksikan petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur serta terlihat oleh relawan yang bersiaga di Desa Curah Kobokan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lumajang. Demikian disampaikan oleh Badan Pengawasan Daerah (BPBD), Joko Sambang, Kamis (3/3).

sambang menjelaskan, akibat keluarnya awan panas, warga di Desa Sumbersari telah mengungsi secara mandiri sekitar pukul 22.46 WIB, Rabu malam. Mereka segera meninggalkan rumah setelah peringatan turunnya awan panas diumumkan.

“Selanjutnya, pada pukul 22.57 waktu setempat, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur memberi informasi bahwa jatuhnya awan panas tidak terekam di seismograf, karena sudah berhenti,” katanya.

Sementara itu, 12 menit kemudian pada pukul 23.09 waktu setempat, petugas membagikan pemberitahuan di grup WhatsApp untuk selalu waspada karena kemungkinan tinggi awan panas dan untuk selalu mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pusat Mitigasi Vulkanologi dan Bencana Geologi ( PVMBG).

“Terjadinya awan panas tersebut disebabkan hujan abu vulkanik dengan intensitas lebat yang terjadi di beberapa desa di Kecamatan Candipuro. Namun, hari ini hujan abu telah berhenti,” katanya.

Desa Oro-oro Ombo, Curah Kobokan, Kajarkuning, Penanggal, Sumber Mujur, Sumber Wuluh, Sumberejo, Candipuro, dan Jarit terkena dampak awan abu.

“Warga yang terkena dampak hujan abu masih bisa beraktivitas seperti biasa di rumah masing-masing, namun kami mengimbau warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan karena status Gunung Semeru masih Level III atau waspada sejak 16 Desember 2021,” ujarnya. dia berkomentar.

Letusan awan panas mengindikasikan aktivitas seismik di Kawah Jonggring Saloka masih tinggi, menurut Sambang.

Ia pun optimistis masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di kawasan zona merah.

“Petugas bersiaga di beberapa titik untuk memantau aktivitas Gunung Semeru dan terus berkoordinasi dengan Posko Gunung Sawur,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *