Banyak yang Belum Tau, Ketahui 8 Manfaat Makan Bawang yang Bikin Penasaran


Banyak yang Belum Tau, Ketahui 8 Manfaat Makan Bawang yang Bikin Penasaran

Manfaat makan bawang adalah beragam karena bawang mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh. Bawang mengandung vitamin C, vitamin B6, potasium, dan serat. Bawang juga mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.

Makan bawang secara teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi risiko beberapa jenis kanker. Bawang juga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Selain itu, bawang juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.

Bawang telah digunakan sebagai obat tradisional selama berabad-abad. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, bawang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk pilek, flu, dan sakit perut. Di India, bawang digunakan untuk mengobati luka dan infeksi. Di Eropa, bawang digunakan untuk mengobati penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Manfaat Makan Bawang

Bawang memiliki banyak manfaat kesehatan karena mengandung berbagai nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan.

  • Meningkatkan kesehatan jantung
  • Menurunkan tekanan darah
  • Mengurangi risiko kanker
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Mengurangi peradangan
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Menurunkan kadar gula darah
  • Melawan infeksi
  • Mengatasi pilek dan flu
  • Menyembuhkan luka

Makan bawang secara teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Bawang dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, seperti mentah, dimasak, atau dijadikan jus. Bawang juga dapat digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa masakan.

Meningkatkan kesehatan jantung

Makan bawang secara teratur dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Bawang mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi jantung dari kerusakan. Bawang juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah, yang keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

  • Mengurangi kadar kolesterol

    Bawang mengandung serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat). Serat larut mengikat kolesterol di usus dan membawanya keluar dari tubuh.

  • Menurunkan tekanan darah

    Bawang mengandung senyawa yang disebut quercetin. Quercetin adalah antioksidan yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

  • Melindungi jantung dari kerusakan

    Bawang mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi jantung dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh, termasuk sel-sel jantung.

Makan bawang secara teratur dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Bawang dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, seperti mentah, dimasak, atau dijadikan jus. Bawang juga dapat digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa masakan.

Menurunkan tekanan darah

Makan bawang secara teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah. Bawang mengandung senyawa yang disebut quercetin. Quercetin adalah antioksidan yang dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

  • Menghambat ACE

    Quercetin bekerja dengan menghambat enzim pengubah angiotensin (ACE). ACE adalah enzim yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Dengan menghambat ACE, quercetin dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

  • Meningkatkan produksi oksida nitrat

    Quercetin juga dapat meningkatkan produksi oksida nitrat. Oksida nitrat adalah molekul yang membantu melebarkan pembuluh darah. Dengan meningkatkan produksi oksida nitrat, quercetin dapat membantu menurunkan tekanan darah.

  • Diuretik ringan

    Bawang juga merupakan diuretik ringan. Diuretik adalah zat yang dapat membantu mengeluarkan kelebihan cairan dari tubuh. Dengan mengeluarkan kelebihan cairan, bawang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

  • Mengurangi stres oksidatif

    Quercetin adalah antioksidan yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif. Stres oksidatif adalah kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Stres oksidatif dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Dengan mengurangi stres oksidatif, quercetin dapat membantu melindungi pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Makan bawang secara teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah. Bawang dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, seperti mentah, dimasak, atau dijadikan jus. Bawang juga dapat digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa masakan.

Mengurangi risiko kanker

Makan bawang secara teratur dapat membantu mengurangi risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru, kanker perut, dan kanker usus besar. Bawang mengandung senyawa yang disebut organosulfur. Organosulfur adalah antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak DNA dan menyebabkan kanker.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang makan bawang secara teratur memiliki risiko lebih rendah terkena kanker paru-paru. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention” menemukan bahwa orang yang makan bawang setidaknya sekali seminggu memiliki risiko kanker paru-paru 20% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak makan bawang. Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal “Journal of the National Cancer Institute” menemukan bahwa orang yang makan bawang setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko kanker perut 30% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak makan bawang.

Makan bawang secara teratur dapat membantu mengurangi risiko kanker. Bawang dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, seperti mentah, dimasak, atau dijadikan jus. Bawang juga dapat digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa masakan.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Makan bawang secara teratur dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bawang mengandung senyawa yang disebut allicin. Allicin adalah antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak DNA dan menyebabkan penyakit kronis, seperti kanker dan penyakit jantung.

  • Meningkatkan produksi sel darah putih

    Bawang mengandung vitamin C, vitamin B6, dan selenium. Nutrisi ini penting untuk produksi sel darah putih. Sel darah putih adalah sel-sel yang melawan infeksi.

  • Meningkatkan aktivitas sel darah putih

    Bawang mengandung senyawa yang disebut quercetin. Quercetin adalah antioksidan yang dapat membantu meningkatkan aktivitas sel darah putih.

  • Mengurangi peradangan

    Bawang mengandung senyawa yang disebut fisetin. Fisetin adalah antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan. Peradangan kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

  • Melawan infeksi

    Bawang mengandung senyawa yang disebut allicin. Allicin adalah antibakteri dan antivirus alami. Allicin dapat membantu melawan infeksi bakteri dan virus.

Makan bawang secara teratur dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi. Bawang dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, seperti mentah, dimasak, atau dijadikan jus. Bawang juga dapat digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa masakan.

Mengurangi peradangan

Peradangan adalah respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi. Namun, peradangan kronis dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes.

Bawang mengandung senyawa yang disebut fisetin. Fisetin adalah antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Journal of Agricultural and Food Chemistry” menemukan bahwa fisetin dapat menghambat produksi sitokin pro-inflamasi, yaitu molekul yang menyebabkan peradangan.

Makan bawang secara teratur dapat membantu mengurangi peradangan dan melindungi tubuh dari penyakit kronis. Bawang dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, seperti mentah, dimasak, atau dijadikan jus. Bawang juga dapat digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa masakan.

Menurunkan kadar kolesterol

Makan bawang secara teratur dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Bawang mengandung serat larut yang dapat mengikat kolesterol di usus dan membawanya keluar dari tubuh.

  • Mengandung Serat Larut

    Serat larut adalah jenis serat yang dapat larut dalam air. Serat larut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan mengikat kolesterol di usus dan membawanya keluar dari tubuh. Bawang mengandung serat larut yang disebut inulin.

  • Meningkatkan Produksi Asam Empedu

    Asam empedu adalah zat yang membantu tubuh mencerna lemak. Bawang mengandung senyawa yang dapat meningkatkan produksi asam empedu. Asam empedu yang lebih banyak dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan mengikat kolesterol dan membawanya keluar dari tubuh.

  • Menghambat Penyerapan Kolesterol

    Bawang mengandung senyawa yang dapat menghambat penyerapan kolesterol di usus. Senyawa ini disebut fitosterol. Fitosterol adalah zat yang mirip dengan kolesterol, tetapi tidak dapat diserap oleh tubuh. Fitosterol dapat bersaing dengan kolesterol untuk diserap di usus, sehingga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

  • Mengurangi Produksi Kolesterol

    Bawang mengandung senyawa yang dapat mengurangi produksi kolesterol di hati. Senyawa ini disebut allicin. Allicin adalah zat yang memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi. Allicin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dengan mengurangi produksi kolesterol di hati.

Makan bawang secara teratur dapat membantu menurunkan kadar kolesterol. Bawang dapat dikonsumsi dalam berbagai cara, seperti mentah, dimasak, atau dijadikan jus. Bawang juga dapat digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa masakan.

Tips Mengonsumsi Bawang

Berikut beberapa tips untuk mengonsumsi bawang agar mendapatkan manfaat kesehatannya secara optimal:

Tip 1: Konsumsi bawang mentah secukupnya
Makan bawang mentah dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih banyak dibandingkan bawang yang dimasak. Hal ini karena bawang mentah mengandung lebih banyak enzim dan senyawa bermanfaat lainnya yang dapat rusak saat dimasak. Namun, jangan mengonsumsi bawang mentah secara berlebihan karena dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Tip 2: Masukkan bawang ke dalam berbagai hidangan
Bawang dapat ditambahkan ke dalam berbagai hidangan, seperti salad, tumisan, sup, dan kari. Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah menambahkan bawang ke dalam makanan Anda dan mendapatkan manfaat kesehatannya.

Tip 3: Gunakan bawang sebagai bumbu
Bawang dapat digunakan sebagai bumbu untuk menambah cita rasa masakan. Anda dapat menggunakan bawang putih, bawang merah, atau bawang bombay, tergantung pada preferensi Anda.

Tip 4: Minum jus bawang
Jus bawang adalah cara lain untuk mendapatkan manfaat kesehatan dari bawang. Anda dapat membuat jus bawang dengan menggunakan juicer atau blender. Jus bawang dapat diminum langsung atau dicampur dengan jus buah atau sayuran lainnya.

Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat dengan mudah menambahkan bawang ke dalam makanan Anda dan mendapatkan manfaat kesehatannya yang luar biasa.

Bukti Ilmiah dan Studi Kasus

Manfaat makan bawang telah didukung oleh banyak bukti ilmiah dan studi kasus. Salah satu studi yang paling terkenal adalah studi yang diterbitkan dalam jurnal “The American Journal of Clinical Nutrition” pada tahun 2006. Studi ini menemukan bahwa orang yang makan bawang secara teratur memiliki risiko penyakit jantung 30% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak makan bawang.

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal “Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention” pada tahun 2009 menemukan bahwa orang yang makan bawang secara teratur memiliki risiko kanker paru-paru 20% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak makan bawang. Studi ini juga menemukan bahwa orang yang makan bawang secara teratur memiliki risiko kanker perut 30% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak makan bawang.

Namun, perlu dicatat bahwa beberapa penelitian juga menemukan hasil yang bertentangan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal “The British Journal of Nutrition” pada tahun 2014 menemukan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi bawang dan risiko penyakit jantung. Studi ini juga menemukan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi bawang dan risiko kanker paru-paru.

Meskipun terdapat beberapa penelitian yang menemukan hasil yang bertentangan, secara keseluruhan bukti ilmiah mendukung manfaat makan bawang. Bawang mengandung banyak nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan. Nutrisi ini penting untuk kesehatan secara keseluruhan dan dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit kronis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *