Jurnalindo.com, – Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan Rustam (45), warga Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Dengan dana pribadi mencapai Rp 40 juta, ia memperbaiki jalan desa di Dukuh Gayam, RT 01/RW 02, yang selama ini dinilai kurang layak dilalui warga.
Rustam bersama warga setempat melakukan pengecoran jalan sepanjang 100 meter dengan lebar sekitar 3 meter. Hingga Kamis (8/1/2026) malam, pengerjaan telah rampung sekitar 50 meter, sementara sisanya ditargetkan segera diselesaikan.
Menurut Rustam, memperbaiki jalan desa merupakan impiannya sejak lama. Ia ingin akses jalan di lingkungannya terlihat rapi, bersih, dan nyaman dilalui masyarakat.
“Ini cita-cita saya sejak kecil, Mas. Supaya jalan desa kita enak dilewati warga maupun saudara yang lewat. Lingkungan juga jadi nyaman dipandang,” ujar Rustam.
Lahir dan besar di Desa Wukirsari membuat Rustam merasa terpanggil untuk berkontribusi membangun desa tercinta. Meski bukan aparatur desa, ia menegaskan niatnya murni membantu pemerintah desa dan masyarakat.
“Awalnya bangun talud, lalu dilanjutkan pengecoran jalan. Total anggarannya sekitar Rp 40 juta. Ini jalan masuk gang,” kata Rustam yang berprofesi sebagai pengusaha.
Pantauan di lapangan menunjukkan proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong antara Rustam dan warga sekitar. Warga pun menyambut baik pembangunan tersebut karena akses jalan kini lebih nyaman dan aman.
“Sebelumnya sudah pernah dibenahi, tapi menurut kami masih kurang layak. Sekarang jadi lebih enak dilalui dan dipandang,” tambahnya.
Kepala Desa Wukirsari, M. Sulistiono, mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian Rustam dalam membangun infrastruktur desa. Ia menyebut, sebelumnya Rustam telah berkoordinasi dengan ketua RT dan melaporkannya ke pemerintah desa.
“Terima kasih atas partisipasi warga yang peduli kepentingan umum. Mudah-mudahan masyarakat bisa merawat dengan baik, dan semoga yang lain bisa mengikuti,” ujar Sulistiono.
Ia mengakui masih banyak ruas jalan di Desa Wukirsari yang belum tersentuh pembangunan secara maksimal akibat keterbatasan anggaran dan kondisi geografis wilayah yang luas serta terjal.
“Kebetulan beliau ada rezeki. Jalan depan rumahnya sudah kita bangun, lalu berlanjut beliau membantu membangun jalan umum,” jelasnya.
Sulistiono pun mengajak warga lain yang memiliki kemampuan lebih untuk turut berkontribusi dalam pembangunan desa.
“Mudah-mudahan warga yang punya rezeki lebih bisa berbagi, terutama untuk jalan umum,”pungkasnya. (Juri/Jurnal)












