Jurnalindo.com, – Polresta Pati resmi memulai Operasi Keselamatan Candi 2026 dengan menggelar Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolresta Pati, Senin (2/2/2026) pagi. Operasi ini menitikberatkan pada upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat melalui pendekatan edukatif, preventif, dan humanis.
Apel yang berlangsung pukul 07.30 hingga 08.00 WIB tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wakapolresta Pati, Kompol Anwar, mewakili Kapolresta Pati. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung sebelum operasi digelar di lapangan.
Dalam amanat Kapolda Jawa Tengah yang dibacakan Kompol Anwar, disampaikan bahwa permasalahan lalu lintas terus berkembang seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, pertumbuhan penduduk, serta kemajuan transportasi berbasis digital. Kondisi tersebut menuntut Polri untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Polri dituntut menghadirkan pelayanan lalu lintas yang presisi, prediktif, responsibel, dan berkeadilan, sejalan dengan dinamika dan kebutuhan masyarakat,” ujar Kompol Anwar.
Operasi Keselamatan Candi 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai upaya cipta kondisi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam pelaksanaannya, operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif, disertai penegakan hukum secara profesional dan humanis.
“Fokus utama operasi adalah pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum yang berorientasi pada keselamatan pengguna jalan,” jelasnya.
Kompol Anwar juga menyampaikan capaian positif kinerja lalu lintas di Jawa Tengah sepanjang tahun 2025. Tercatat jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan hingga 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penindakan tilang turun 32 persen, sementara jumlah teguran berkurang 20 persen.
“Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat. Namun, upaya membangun budaya tertib berlalu lintas harus terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dalam Operasi Keselamatan Candi 2026, Polresta Pati akan mengoptimalkan penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis dan mobile, disertai pemberian teguran terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan, khususnya pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Menutup amanatnya, Kompol Anwar berpesan kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga integritas, menghindari tindakan kontraproduktif, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Jadikan Operasi Keselamatan Candi 2026 sebagai momentum untuk membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)












