Jurnalindo.com, – Banjir bandang besar menerjang Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Luapan Sungai Silugonggo yang tak mampu menampung debit air akibat hujan deras berkepanjangan mengakibatkan sejumlah rumah warga hanyut dan ratusan lainnya terdampak.
Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan memicu kepanikan warga. Hujan dengan intensitas tinggi sejak sore hari membuat warga waswas, terlebih kondisi sungai yang dinilai sudah tidak optimal. Situasi semakin mencekam ketika aliran listrik padam sesaat sebelum banjir datang.
Salah satu warga Desa Bulumanis Kidul, Alfi (19), mengungkapkan kepanikan yang dirasakannya saat air mulai meluap. Lokasi banjir disebutkan hanya berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.
“Kurang lebih pukul 21.00 WIB kejadiannya. Rasanya takut dan panik, apalagi waktu itu listrik mati. Suasananya gelap dan warga bingung harus berbuat apa,” ujar Alfi saat ditemui awak media, Sabtu (10/1/2026).
Banjir bandang dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam durasi lama yang menyebabkan debit air Sungai Silugonggo meningkat drastis. Luapan air disertai material hanyutan menerjang pemukiman warga, terutama yang berada di sisi utara sungai.
Wilayah tersebut menjadi titik terdampak paling parah. Derasnya arus air merobohkan dan menghanyutkan rumah-rumah warga yang berada dekat tanggul. Sementara itu, permukiman di sisi selatan sungai dilaporkan relatif aman dari terjangan banjir.
“Alhamdulillah rumah saya di selatan sungai aman. Yang parah itu di bagian utara, dekat tanggul,” jelas Alfi.
Menurut keterangan warga, banjir bandang bukan kali pertama melanda Desa Bulumanis Kidul. Peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 2022, dengan penyebab yang sama yakni jebolnya tanggul di sisi utara Sungai Silugonggo.
“Waktu tahun 2022 juga tanggulnya jebol. Semalam kejadian itu terulang lagi dan lokasinya sama,” tambahnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir bandang ini menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Tiga rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus. Hingga Sabtu pagi, genangan air masih merendam permukiman warga.
Data sementara mencatat sebanyak 220 rumah dari total 297 kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang tersebut. Warga berharap adanya penanganan serius dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak terus berulang. (Juri/Jurnal)












