Harga Gabah di Kayen Tembus Rp 7.200 per Kg, Petani Jatiroto Nikmati Kenaikan Awal Tahun

Jurnalindo.com, Pati – Harga Gabah Kering Panen (GKP) di wilayah selatan Kabupaten Pati mengalami kenaikan sejak awal Februari 2026. Kenaikan tersebut terjadi di Desa Jatiroto, Kecamatan Kayen, dan dinilai menjadi angin segar bagi petani di tengah musim panen.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kayen, Masrukan, mengungkapkan bahwa harga GKP di Desa Jatiroto saat ini mencapai Rp 7.200 per kilogram.

“Di Desa Jatiroto harga Rp 7.200 per kilogram GKP. Sedangkan, harga di Desa Brati kisaran Rp 7.000 sampai Rp 7.100 per kilogram GKP,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, harga tersebut mulai berlaku sejak awal Februari. Sebelumnya, harga GKP di wilayah binaannya masih berada di angka Rp 6.800 per kilogram.

“Harga itu mulai hari ini sejak awal Februari. Kalau sebelum awal Februari Rp 6.800 di Jatiroto wilayah binaanku,” jelasnya.

Menurut Masrukan, kenaikan harga dipengaruhi kondisi cuaca yang mulai panas sehingga kualitas gabah lebih baik. Selain itu, biaya operasional tengkulak juga relatif rendah sehingga mendukung stabilitas harga di tingkat petani.

“Harga tersebut cenderung tinggi. Bisa (naik lagi),” tuturnya.

Panen padi di Desa Jatiroto sendiri telah dimulai sejak pekan ketiga Januari 2026. Desa yang berbatasan dengan Kecamatan Tambakromo itu memiliki luas lahan pertanian padi sekitar 575 hektare.

Dari luasan tersebut, rata-rata produksi panen mencapai 6,5 hingga 7 ton per hektar. Saat ini masih terdapat sebagian kecil lahan yang belum dipanen.

“Hasil produksi 6,5 ton sampai 7 ton di luas areal lahan 575 hektar. Ada lahan yang belum, tinggal sedikit,” pungkasnya. (Juri/Jurnal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *