Bulog Jateng Targetkan Serap 4 Juta Ton Gabah Petani di 2026

Jurnalindo.com, – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah menargetkan penyerapan gabah petani sebanyak 4 juta ton sepanjang tahun 2026. Target tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati, di sela kegiatan pembelian gabah hasil panen petani di Desa Kebolampang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Minggu (25/1/2026).

Sri Muniati menjelaskan, jika dikonversikan ke dalam bentuk beras, target serapan tersebut diproyeksikan menghasilkan 374.658 ton beras. Jumlah ini meningkat sekitar 32 persen atau 90.956 ton dibandingkan target tahun 2025.

“Kali ini, dalam rangka mensukseskan swasembada beras 2026, Perum Bulog mendapat penugasan penyerapan beras sebesar 40 juta ton secara nasional. Angka ini meningkat tajam dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 3 juta ton. Bulog menyerap langsung dari petani,” ungkapnya.

Bulog juga memastikan pembelian gabah petani dilakukan sesuai Harga Pokok Pembelian (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sri memprediksi puncak panen di Jawa Tengah akan terjadi pada Maret 2026. Untuk itu, Bulog Kanwil Jateng memastikan kesiapan sejumlah aspek, terutama ketersediaan dan kondisi infrastruktur pergudangan agar mampu menampung hasil panen petani.

Ia menambahkan, serapan hasil panen telah dimulai sejak 12 Januari 2026. Hingga 24 Januari 2026, Bulog Kanwil Jateng telah menyerap Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 4.090 ton dan beras sebanyak 1.147 ton, atau setara 3.225 ton beras.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Cabang Bulog Pati, Fadil, mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan gudang Bulog yang berada di Desa Bumirejo dan Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo.

“Untuk wilayah Pati, seluruh hasil penyerapan ditampung di gudang filial Bumirejo dan Sokokulon. Penyerapan gabah berlangsung sepanjang tahun, mulai awal panen hingga akhir tahun,” tandasnya.

Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah menargetkan penyerapan gabah petani sebanyak 4 juta ton sepanjang tahun 2026. Target tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bulog Kanwil Jateng, Sri Muniati, di sela kegiatan pembelian gabah hasil panen petani di Desa Kebolampang, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Minggu (25/1/2026).

Sri Muniati menjelaskan, jika dikonversikan ke dalam bentuk beras, target serapan tersebut diproyeksikan menghasilkan 374.658 ton beras. Jumlah ini meningkat sekitar 32 persen atau 90.956 ton dibandingkan target tahun 2025.

“Kali ini, dalam rangka mensukseskan swasembada beras 2026, Perum Bulog mendapat penugasan penyerapan beras sebesar 40 juta ton secara nasional. Angka ini meningkat tajam dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 3 juta ton. Bulog menyerap langsung dari petani,” ungkapnya.

Bulog juga memastikan pembelian gabah petani dilakukan sesuai Harga Pokok Pembelian (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sri memprediksi puncak panen di Jawa Tengah akan terjadi pada Maret 2026. Untuk itu, Bulog Kanwil Jateng memastikan kesiapan sejumlah aspek, terutama ketersediaan dan kondisi infrastruktur pergudangan agar mampu menampung hasil panen petani.

Ia menambahkan, serapan hasil panen telah dimulai sejak 12 Januari 2026. Hingga 24 Januari 2026, Bulog Kanwil Jateng telah menyerap Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 4.090 ton dan beras sebanyak 1.147 ton, atau setara 3.225 ton beras.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Cabang Bulog Pati, Fadil, mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan gudang Bulog yang berada di Desa Bumirejo dan Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo.

“Untuk wilayah Pati, seluruh hasil penyerapan ditampung di gudang filial Bumirejo dan Sokokulon. Penyerapan gabah berlangsung sepanjang tahun, mulai awal panen hingga akhir tahun,” tandasnya. (Juri/Jurnal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *