Jurnalindo.com, – Banjir bandang susulan kembali menerjang Desa Semampir, Kecamatan/Kabupaten Pati. Setelah sempat surut dan dilakukan pembersihan pada Sabtu, banjir kembali datang pada Minggu sekitar pukul 15.00 WIB dan bertahan hingga Senin pagi.
Kepala Desa Semampir, Parmono, mengatakan banjir kali ini merupakan yang kedua dalam dua hari terakhir dan berdampak hampir merata di seluruh wilayah desa.
“Banjir bandang ini susulan kedua. Kemarin hari Sabtu sudah selesai dan dibersihkan, tapi hari Minggu sekitar jam tiga sore banjir datang lagi sampai pagi ini,” ujar Parmono, Senin (12/01/2025).
Ia menyebutkan, dari 8 RT yang ada, hampir seluruhnya terdampak. Sekitar 75-80 persen rumah warga kemasukan air, dengan jumlah warga terdampak mencapai 302 kepala keluarga.
“Rata-rata per RT hampir 40 KK. Totalnya sekitar 302 KK yang terdampak,” jelasnya.
Banjir juga kembali merendam area di depan SD Semampir yang sebelumnya telah dibersihkan pasca banjir pertama. Akibat kondisi tersebut, aktivitas belajar mengajar terpaksa diliburkan demi keselamatan siswa.
“Kami liburkan sekolah dan kantor desa. Namun pelayanan pemerintahan desa tetap berjalan dari rumah,” kata Parmono.
Selain permukiman dan fasilitas pendidikan, tempat ibadah umat Kristen di Desa Semampir turut terdampak. Hingga kini, genangan air masih bertahan dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa, sehingga belum dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.
Dampak paling parah dirasakan oleh para petambak ikan. Banjir bandang menyebabkan lebih dari 100 kolam ikan jebol, sehingga ikan-ikan lepas terbawa arus. Jenis ikan yang terdampak meliputi lele, nila, mujair, patin, dan gurame, dengan luas tambak mencapai sekitar 9 hektar.
“Semua tambak kemasukan air, ikan pada lepas. Kerugian petambak belum bisa kami hitung,” ungkap Parmono.
Sementara itu, Babinsa Desa Semampir, Aipda Heru, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyatakan banjir merendam seluruh RT di desa itu dan berdampak luas terhadap rumah warga serta tambak ikan.
“Delapan RT terendam banjir, ratusan rumah warga kemasukan air, dan semua tambak ikan terdampak,” kata Aipda Heru.
Pemerintah Desa Semampir berharap banjir segera surut dan adanya perhatian serta bantuan dari pemerintah daerah untuk meringankan beban warga terdampak.
“Harapan kami, pemerintah bisa membantu sesuai kemampuan Pemda agar warga kami bisa segera bangkit,” pungkas Parmono. (Juri/Jurnal)












