
Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an yang ditandai dengan kata “sajdah” atau “sujud.” Cara melakukan sujud tilawah adalah sebagai berikut:1. Ketika menemukan ayat sajdah, berhentilah membaca dan niatkan untuk melakukan sujud tilawah.2. Takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.3. Sujud dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki di lantai.4. Membaca doa sujud tilawah: “Subhana Rabbiyal A’la wa bihamdih” sebanyak tiga kali.5. Bangkit dari sujud dengan membaca: “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamdu.”6. Duduk sejenak dalam posisi iftirasy (duduk di atas kaki kiri dengan menekuk kaki kanan).7. Membaca doa setelah sujud tilawah: “Allahummaghfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, warzuqni, wa’afini.”8. Kembali membaca Al-Qur’an.
Sujud tilawah memiliki banyak manfaat dan , di antaranya:1. Mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.2. Mendekatkan diri kepada Allah SWT.3. Menggugurkan dosa-dosa kecil.4. Menambah kekhusyukan dalam membaca Al-Qur’an.5. Menambah keimanan dan ketakwaan.6. Menyehatkan badan karena gerakan sujud yang menyerupai gerakan fisioterapi.
Sujud tilawah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya memperbanyak melakukan sujud tilawah ketika membaca Al-Qur’an.
Cara Sujud Tilawah
Sujud tilawah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Cara melakukan sujud tilawah adalah sebagai berikut:
- Niat: Niatkan untuk melakukan sujud tilawah ketika menemukan ayat sajdah.
- Takbir: Takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.
- Sujud: Sujud dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki di lantai.
- Doa: Membaca doa sujud tilawah: “Subhana Rabbiyal A’la wa bihamdih” sebanyak tiga kali.
- Bangkit: Bangkit dari sujud dengan membaca: “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamdu.”
- Duduk: Duduk sejenak dalam posisi iftirasy (duduk di atas kaki kiri dengan menekuk kaki kanan).
- Doa: Membaca doa setelah sujud tilawah: “Allahummaghfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, warzuqni, wa’afini.”
Selain tata cara di atas, terdapat beberapa aspek penting lainnya terkait sujud tilawah, yaitu:
- Waktu: Sujud tilawah dilakukan ketika membaca ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an yang ditandai dengan kata “sajdah” atau “sujud.”
- Manfaat: Sujud tilawah memiliki banyak manfaat, di antaranya mendapatkan pahala yang besar, mendekatkan diri kepada Allah SWT, menggugurkan dosa-dosa kecil, menambah kekhusyukan dalam membaca Al-Qur’an, menambah keimanan dan ketakwaan, serta menyehatkan badan.
- Hukum: Sujud tilawah hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Dengan memahami dan mengamalkan cara sujud tilawah yang benar, diharapkan dapat meningkatkan kekhusyukan dan keimanan kita dalam membaca Al-Qur’an.
Niat
Niat merupakan faktor penting dalam setiap ibadah, termasuk sujud tilawah. Niat adalah yang membedakan antara gerakan sujud biasa dengan sujud tilawah yang bernilai ibadah. Ketika menemukan ayat sajdah, kita harus segera berniat untuk melakukan sujud tilawah. Niat ini diucapkan dalam hati dan tidak perlu dilafadzkan.
Niat yang benar dan ikhlas akan menyempurnakan sujud tilawah kita dan menjadikannya ibadah yang diterima oleh Allah SWT. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu menghadirkan niat yang tulus ketika melakukan sujud tilawah.
Sebagai contoh, ketika kita sedang membaca Al-Qur’an dan menemukan ayat sajdah, maka kita harus segera menghentikan bacaan dan beralih ke posisi sujud. Dalam posisi sujud, kita niatkan dalam hati bahwa kita sedang melakukan sujud tilawah karena telah membaca ayat sajdah. Niat ini akan menjadikan sujud kita sebagai sujud tilawah yang bernilai ibadah.
Takbir
Takbiratul ihram merupakan bagian penting dalam sujud tilawah. Takbiratul ihram adalah ucapan “Allahu Akbar” yang diucapkan ketika memulai suatu ibadah, dalam hal ini sujud tilawah. Takbiratul ihram diucapkan sambil mengangkat kedua tangan ke atas.
-
Menegaskan Niat
Takbiratul ihram berfungsi untuk menegaskan niat kita untuk melakukan sujud tilawah. Ketika kita mengucapkan takbiratul ihram, kita menyatakan bahwa kita beralih dari hal-hal duniawi ke ibadah kepada Allah SWT.
-
Memuliakan Allah SWT
Takbiratul ihram juga merupakan bentuk pengagungan dan pemuliaan kepada Allah SWT. Dengan mengucapkan “Allahu Akbar”, kita mengakui kebesaran dan keagungan Allah SWT.
-
Mengawali Ibadah
Takbiratul ihram menjadi penanda dimulainya ibadah sujud tilawah. Setelah mengucapkan takbiratul ihram, kita melanjutkan dengan gerakan sujud dan doa-doa yang menyertainya.
-
Memfokuskan Pikiran
Mengangkat kedua tangan ke atas saat mengucapkan takbiratul ihram membantu kita untuk memfokuskan pikiran dan hati kita pada ibadah. Gerakan ini juga membantu kita untuk melepaskan diri dari gangguan dan konsentrasi penuh pada sujud tilawah.
Dengan memahami peran dan makna takbiratul ihram dalam sujud tilawah, kita dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan bermakna.
Sujud
Dalam cara sujud tilawah, sujud dilakukan dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki di lantai. Posisi sujud ini memiliki makna dan manfaat yang mendalam.
-
Khusyuk dan Tawadhu
Posisi sujud yang merendahkan diri menunjukkan kekhusyukan dan ketawadhuan kita di hadapan Allah SWT. Kita mengakui kebesaran dan keagungan-Nya, dan kita merendahkan diri kita di hadapan-Nya.
-
Menyerahkan Diri Sepenuhnya
Dengan meletakkan seluruh anggota tubuh kita di lantai, kita secara simbolis menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Allah SWT. Kita menyatakan bahwa kita tunduk kepada kehendak-Nya dan bahwa kita bergantung sepenuhnya kepada-Nya.
-
Menghapus Dosa
Posisi sujud yang sempurna dipercaya dapat menghapus dosa-dosa kecil kita. Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba sujud kepada Allah dengan bersujud dengan tujuh anggota tubuhnya, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya dan menghapus kesalahannya.” (HR. Muslim)
-
Memperlancar Peredaran Darah
Dari segi kesehatan, posisi sujud juga bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah. Posisi kepala yang lebih rendah dari jantung membantu darah mengalir lebih baik ke otak dan seluruh tubuh.
Dengan memahami makna dan manfaat dari posisi sujud yang benar, kita dapat melaksanakan sujud tilawah dengan lebih khusyuk dan bermakna. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memberikan ganjaran yang berlimpah.
Doa
Doa sujud tilawah merupakan bagian penting dari cara sujud tilawah. Doa ini dibaca sebanyak tiga kali setelah sujud dan sebelum bangkit. Doa sujud tilawah memiliki makna dan keutamaan yang besar, yaitu:
-
Mengagungkan Allah SWT
Doa sujud tilawah berisi kalimat-kalimat yang mengagungkan Allah SWT. Dengan membaca doa ini, kita mengakui kebesaran, keagungan, dan kesempurnaan Allah SWT.
-
Memohon Ampunan dan Rahmat
Doa sujud tilawah juga berisi permohonan ampunan dan rahmat kepada Allah SWT. Kita memohon kepada Allah SWT untuk mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan rahmat-Nya.
-
Menambah Kekhusyukan
Membaca doa sujud tilawah dapat menambah kekhusyukan kita dalam beribadah. Dengan merenungkan makna doa tersebut, hati kita akan lebih terpaut kepada Allah SWT.
-
Mendapatkan Pahala
Membaca doa sujud tilawah merupakan amalan yang berpahala. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca doa sujud tilawah sebanyak tiga kali, maka Allah akan mengangkatnya tiga derajat.” (HR. At-Tirmidzi)
Dengan memahami makna dan keutamaan doa sujud tilawah, hendaknya kita membiasakan diri untuk membaca doa tersebut dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memberikan ganjaran yang berlimpah.
Bangkit
Bangkit dari sujud dalam sujud tilawah dilakukan dengan membaca kalimat “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamdu.” Kalimat ini memiliki makna dan keutamaan yang besar, yaitu:
-
Menjawab Seruan Allah SWT
Kalimat “Sami’allahu liman hamidah” berarti “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.” Dengan membaca kalimat ini, kita menjawab seruan Allah SWT yang telah memerintahkan kita untuk memuji-Nya.
-
Memuji Allah SWT
Kalimat “Rabbana wa lakal hamdu” berarti “Ya Tuhan kami, segala puji bagi-Mu.” Dengan membaca kalimat ini, kita memuji Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita.
-
Mengakhiri Sujud Tilawah
Membaca kalimat “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamdu” menandakan berakhirnya sujud tilawah. Dengan membaca kalimat ini, kita mengakhiri sujud tilawah dengan sempurna.
-
Mendapatkan Pahala
Membaca kalimat “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamdu” merupakan amalan yang berpahala. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca kalimat tersebut setelah sujud, maka Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Abu Dawud)
Dengan memahami makna dan keutamaan membaca kalimat “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamdu” setelah sujud, hendaknya kita membiasakan diri untuk membaca kalimat tersebut dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memberikan ganjaran yang berlimpah.
Duduk
Dalam tata cara sujud tilawah, setelah bangkit dari sujud, disunnahkan untuk duduk sejenak dalam posisi iftirasy. Posisi iftirasy adalah duduk di atas kaki kiri dengan menekuk kaki kanan. Posisi ini memiliki beberapa keutamaan, yaitu:
-
Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk duduk iftirasy setelah sujud. Dari Aisyah RA, beliau berkata, “Ketika Rasulullah SAW sujud tilawah, beliau duduk iftirasy.” (HR. Abu Dawud)
-
Sebagai Tanda Istirahat
Duduk iftirasy berfungsi sebagai tanda istirahat sejenak setelah sujud. Posisi ini memungkinkan tubuh kita untuk rileks dan mempersiapkan diri untuk melanjutkan ibadah.
-
Membaca Doa Setelah Sujud
Posisi iftirasy memudahkan kita untuk membaca doa setelah sujud. Doa setelah sujud berisi permohonan ampunan, rahmat, dan perlindungan kepada Allah SWT.
Dengan memahami keutamaan duduk iftirasy setelah sujud tilawah, hendaknya kita membiasakan diri untuk melakukan sunnah ini. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memberikan ganjaran yang berlimpah.
Doa
Doa setelah sujud tilawah merupakan bagian penting dari cara sujud tilawah. Doa ini dibaca setelah duduk iftirasy dan sebelum melanjutkan ibadah. Doa ini memiliki makna dan keutamaan yang besar, yaitu:
-
Memohon Ampunan dan Rahmat
Kalimat “Allahummaghfirli, warhamni” berarti “Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.” Dengan membaca kalimat ini, kita memohon ampunan atas dosa-dosa kita dan memohon rahmat Allah SWT.
-
Memohon Kekuatan dan Kemuliaan
Kalimat “wajburni, warfa’ni” berarti “muliakanlah aku dan tinggikanlah derajatku.” Dengan membaca kalimat ini, kita memohon kepada Allah SWT untuk memberikan kita kekuatan dan kemuliaan.
-
Memohon Rezeki dan Kesehatan
Kalimat “warzuqni, wa’afini” berarti “berikanlah aku rezeki dan kesehatan.” Dengan membaca kalimat ini, kita memohon kepada Allah SWT untuk memberikan kita rezeki yang cukup dan kesehatan yang baik.
Dengan memahami makna dan keutamaan doa setelah sujud tilawah, hendaknya kita membiasakan diri untuk membaca doa tersebut dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memberikan ganjaran yang berlimpah.
Tutorial Cara Sujud Tilawah
Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an yang ditandai dengan kata “sajdah” atau “sujud”. Berikut adalah tutorial cara melakukan sujud tilawah:
-
Langkah 1: Niat
Niatkan untuk melakukan sujud tilawah ketika menemukan ayat sajdah.
-
Langkah 2: Takbir
Takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.
-
Langkah 3: Sujud
Sujud dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki di lantai.
-
Langkah 4: Doa
Membaca doa sujud tilawah: “Subhana Rabbiyal A’la wa bihamdih” sebanyak tiga kali.
-
Langkah 5: Bangkit
Bangkit dari sujud dengan membaca: “Sami’allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal hamdu.”
-
Langkah 6: Duduk
Duduk sejenak dalam posisi iftirasy (duduk di atas kaki kiri dengan menekuk kaki kanan).
-
Langkah 7: Doa
Membaca doa setelah sujud tilawah: “Allahummaghfirli, warhamni, wajburni, warfa’ni, warzuqni, wa’afini.”
Dengan mengikuti tutorial ini, diharapkan dapat membantu umat Islam dalam melaksanakan sujud tilawah dengan benar dan khusyuk.
Tips Melakukan Sujud Tilawah
Sujud tilawah merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Untuk melakukannya dengan benar dan khusyuk, berikut adalah beberapa tips yang dapat diikuti:
Tip 1: Pahami Ayat Sajdah
Sebelum melakukan sujud tilawah, pastikan untuk memahami ayat-ayat yang mengharuskan sujud. Ayat-ayat tersebut ditandai dengan kata “sajdah” atau “sujud”. Memahami makna dan konteks ayat akan membantu kita menghayati dan mengamalkan sujud tilawah dengan lebih baik.
Tip 2: Bersihkan Diri dan Tempat
Sujud tilawah sebaiknya dilakukan dalam keadaan suci dari hadas dan najis. Pastikan juga tempat sujud bersih dan nyaman sehingga kita dapat beribadah dengan fokus dan tenang.
Tip 3: Niat yang Benar
Ketika menemukan ayat sajdah, niatkan dalam hati untuk melakukan sujud tilawah karena Allah SWT. Niat yang benar akan menjadikan sujud kita sebagai ibadah yang diterima dan bernilai pahala.
Tip 4: Lakukan dengan Tumakninah
Lakukan setiap gerakan sujud tilawah dengan tumakninah, yaitu tenang dan tidak tergesa-gesa. Rasakan setiap posisi sujud dan bacaan doa dengan penuh penghayatan. Dengan begitu, kita dapat lebih meresapi makna dan manfaat dari sujud tilawah.
Tip 5: Khusyuk dan Tadabur
Jagalah kekhusyukan dan tadabur selama melakukan sujud tilawah. Hindari gangguan atau pikiran-pikiran yang dapat mengurangi konsentrasi kita. Renungkan makna ayat sajdah dan jadikan sujud tilawah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kesimpulan
Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan kita dapat melaksanakan sujud tilawah dengan benar, khusyuk, dan bermakna. Semoga Allah SWT menerima ibadah kita dan memberikan limpahan rahmat dan pahala.
Kesimpulan
Cara sujud tilawah merupakan bagian penting dalam ibadah membaca Al-Qur’an. Dengan melakukannya dengan benar dan khusyuk, kita dapat memperoleh pahala yang besar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sujud tilawah mengajarkan kita untuk selalu rendah hati, bersyukur, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Gerakan dan doa-doa yang menyertainya memiliki makna dan manfaat yang mendalam bagi kehidupan spiritual kita.
Sebagai umat Islam, sudah seharusnya kita membiasakan diri untuk melaksanakan sujud tilawah setiap kali membaca ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an. Dengan begitu, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dan menjadi pribadi yang lebih bertakwa.
Youtube Video:
