
Cara menghitung BMR atau Basal Metabolic Rate adalah rumus yang digunakan untuk memperkirakan jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh saat dalam keadaan istirahat. BMR merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kebutuhan kalori harian seseorang, terutama bagi yang ingin menurunkan atau menambah berat badan.
Mengetahui cara menghitung BMR sangat penting karena dapat membantu individu dalam mengelola berat badan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Dengan mengetahui kebutuhan kalori harian, individu dapat mengatur pola makan dan aktivitas fisik yang tepat untuk mencapai tujuan kesehatan mereka.
Untuk menghitung BMR, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan, salah satunya adalah dengan menggunakan rumus Harris-Benedict. Rumus ini memperhitungkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan.
Cara Menghitung BMR
Cara menghitung BMR adalah rumus yang digunakan untuk memperkirakan jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh saat dalam keadaan istirahat. Mengetahui cara menghitung BMR sangat penting karena dapat membantu individu dalam mengelola berat badan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Berikut adalah 7 aspek penting yang perlu diperhatikan dalam cara menghitung BMR:
- Faktor Usia
- Jenis Kelamin
- Tinggi Badan
- Berat Badan
- Aktivitas Fisik
- Tujuan Kesehatan
- Kondisi Kesehatan
Faktor-faktor tersebut saling terkait dan memengaruhi kebutuhan kalori harian seseorang. Misalnya, individu yang lebih aktif secara fisik akan membutuhkan lebih banyak kalori dibandingkan individu yang kurang aktif. Selain itu, individu yang ingin menurunkan berat badan akan membutuhkan lebih sedikit kalori dibandingkan individu yang ingin menambah berat badan. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek ini, individu dapat menghitung BMR dengan lebih akurat dan menyesuaikan rencana diet dan olahraga mereka sesuai kebutuhan.
Faktor Usia
Faktor usia merupakan salah satu aspek penting dalam cara menghitung BMR. Seiring bertambahnya usia, kebutuhan kalori harian seseorang akan menurun. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Penurunan massa otot: Seiring bertambahnya usia, massa otot akan berkurang. Massa otot berperan penting dalam membakar kalori, sehingga penurunan massa otot akan menurunkan kebutuhan kalori harian.
- Penurunan aktivitas fisik: Seiring bertambahnya usia, aktivitas fisik cenderung menurun. Hal ini juga dapat menyebabkan penurunan kebutuhan kalori harian.
- Perubahan metabolisme: Metabolisme tubuh akan melambat seiring bertambahnya usia. Hal ini berarti tubuh akan membakar lebih sedikit kalori pada usia yang lebih tua dibandingkan pada usia yang lebih muda.
Dengan mempertimbangkan faktor usia dalam cara menghitung BMR, individu dapat memperoleh perkiraan kebutuhan kalori harian yang lebih akurat. Hal ini sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat dan mencegah obesitas atau kekurangan berat badan.
Jenis Kelamin
Jenis kelamin merupakan salah satu faktor penting dalam cara menghitung BMR. Pria dan wanita memiliki kebutuhan kalori harian yang berbeda, bahkan dengan tinggi badan dan berat badan yang sama. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Komposisi tubuh: Pria umumnya memiliki persentase massa otot yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Massa otot berperan penting dalam membakar kalori, sehingga pria cenderung membutuhkan lebih banyak kalori dibandingkan wanita.
- Hormon: Hormon yang berbeda pada pria dan wanita dapat memengaruhi metabolisme dan kebutuhan kalori. Misalnya, hormon testosteron pada pria dapat meningkatkan massa otot dan metabolisme, sehingga pria cenderung membakar lebih banyak kalori dibandingkan wanita.
- Aktivitas fisik: Pria umumnya lebih aktif secara fisik dibandingkan wanita. Hal ini juga dapat menyebabkan perbedaan kebutuhan kalori harian.
Dengan mempertimbangkan faktor jenis kelamin dalam cara menghitung BMR, individu dapat memperoleh perkiraan kebutuhan kalori harian yang lebih akurat. Hal ini sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat dan mencegah obesitas atau kekurangan berat badan.
Tinggi Badan
Tinggi badan merupakan salah satu faktor penting dalam cara menghitung BMR. Individu yang lebih tinggi umumnya membutuhkan lebih banyak kalori dibandingkan individu yang lebih pendek. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Luas permukaan tubuh: Individu yang lebih tinggi memiliki luas permukaan tubuh yang lebih besar. Luas permukaan tubuh yang lebih besar berarti tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu tubuh, sehingga membutuhkan lebih banyak kalori.
- Massa otot: Individu yang lebih tinggi cenderung memiliki massa otot yang lebih banyak. Massa otot berperan penting dalam membakar kalori, sehingga individu yang lebih tinggi cenderung membutuhkan lebih banyak kalori untuk mempertahankan massa otot tersebut.
- Aktivitas fisik: Individu yang lebih tinggi umumnya lebih aktif secara fisik. Hal ini juga dapat menyebabkan kebutuhan kalori harian yang lebih tinggi.
Dengan mempertimbangkan faktor tinggi badan dalam cara menghitung BMR, individu dapat memperoleh perkiraan kebutuhan kalori harian yang lebih akurat. Hal ini sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat dan mencegah obesitas atau kekurangan berat badan.
Berat Badan
Berat badan merupakan salah satu faktor penting dalam cara menghitung BMR. Individu dengan berat badan yang lebih besar umumnya membutuhkan lebih banyak kalori dibandingkan individu dengan berat badan yang lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Massa tubuh: Individu dengan berat badan yang lebih besar memiliki massa tubuh yang lebih banyak. Massa tubuh berperan penting dalam membakar kalori, sehingga individu dengan berat badan yang lebih besar cenderung membutuhkan lebih banyak kalori untuk mempertahankan massa tubuh tersebut.
- Komposisi tubuh: Individu dengan berat badan yang lebih besar cenderung memiliki persentase massa otot yang lebih tinggi. Massa otot berperan penting dalam membakar kalori, sehingga individu dengan berat badan yang lebih besar cenderung membutuhkan lebih banyak kalori dibandingkan individu dengan persentase massa otot yang lebih rendah.
- Aktivitas fisik: Individu dengan berat badan yang lebih besar umumnya lebih aktif secara fisik. Hal ini juga dapat menyebabkan kebutuhan kalori harian yang lebih tinggi.
Dengan mempertimbangkan faktor berat badan dalam cara menghitung BMR, individu dapat memperoleh perkiraan kebutuhan kalori harian yang lebih akurat. Hal ini sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat dan mencegah obesitas atau kekurangan berat badan.
Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor penting dalam cara menghitung BMR. Individu yang lebih aktif secara fisik akan membutuhkan lebih banyak kalori dibandingkan individu yang kurang aktif. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Peningkatan metabolisme: Aktivitas fisik dapat meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori.
- Peningkatan massa otot: Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan massa otot. Massa otot berperan penting dalam membakar kalori, sehingga individu yang lebih aktif secara fisik cenderung memiliki kebutuhan kalori harian yang lebih tinggi.
- Pengeluaran energi: Aktivitas fisik membutuhkan energi, sehingga individu yang lebih aktif secara fisik akan membakar lebih banyak kalori.
Dengan mempertimbangkan faktor aktivitas fisik dalam cara menghitung BMR, individu dapat memperoleh perkiraan kebutuhan kalori harian yang lebih akurat. Hal ini sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat dan mencegah obesitas atau kekurangan berat badan.
Selain itu, memahami hubungan antara aktivitas fisik dan cara menghitung BMR juga memiliki beberapa manfaat praktis, antara lain:
- Membantu individu dalam mengatur pola makan dan aktivitas fisik untuk mencapai tujuan kesehatan mereka, seperti menurunkan berat badan atau meningkatkan massa otot.
- Membantu individu dalam memahami dampak aktivitas fisik terhadap kebutuhan kalori harian mereka, sehingga mereka dapat membuat pilihan yang lebih tepat mengenai makanan dan minuman yang mereka konsumsi.
- Membantu individu dalam menjaga berat badan yang sehat dan mencegah penyakit kronis yang terkait dengan obesitas, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
Dengan demikian, memahami hubungan antara aktivitas fisik dan cara menghitung BMR sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Tujuan Kesehatan
Tujuan kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam cara menghitung BMR. Individu yang memiliki tujuan kesehatan yang berbeda akan membutuhkan kebutuhan kalori harian yang berbeda pula.
-
Penurunan Berat Badan
Individu yang ingin menurunkan berat badan perlu mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan kebutuhan BMR mereka. Hal ini karena tubuh akan menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, sehingga kebutuhan kalori harian akan berkurang.
-
Peningkatan Massa Otot
Individu yang ingin meningkatkan massa otot perlu mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan kebutuhan BMR mereka. Hal ini karena tubuh membutuhkan energi tambahan untuk membangun dan memperbaiki jaringan otot.
-
Pemeliharaan Berat Badan
Individu yang ingin mempertahankan berat badan perlu mengonsumsi kalori sesuai dengan kebutuhan BMR mereka. Hal ini karena tubuh akan menggunakan kalori yang dikonsumsi untuk mempertahankan fungsi tubuh dan aktivitas sehari-hari.
-
Peningkatan Kesehatan Secara Keseluruhan
Individu yang ingin meningkatkan kesehatan secara keseluruhan perlu mengonsumsi kalori yang cukup untuk memenuhi kebutuhan BMR mereka. Hal ini karena tubuh membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung fungsi tubuh yang optimal dan mencegah penyakit kronis.
Dengan mempertimbangkan tujuan kesehatan dalam cara menghitung BMR, individu dapat memperoleh perkiraan kebutuhan kalori harian yang lebih akurat. Hal ini sangat penting untuk mencapai tujuan kesehatan yang diinginkan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Kondisi Kesehatan
Kondisi kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam cara menghitung BMR. Individu dengan kondisi kesehatan tertentu mungkin memiliki kebutuhan kalori harian yang berbeda dari individu yang sehat.
-
Penyakit Kronis
Individu dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, atau diabetes, mungkin memiliki kebutuhan kalori harian yang lebih rendah atau lebih tinggi dibandingkan individu yang sehat. Hal ini karena penyakit kronis dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan nafsu makan.
-
Gangguan Makan
Individu dengan gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia, mungkin memiliki kebutuhan kalori harian yang jauh lebih rendah atau lebih tinggi dibandingkan individu yang sehat. Hal ini karena gangguan makan dapat menyebabkan perubahan yang signifikan dalam metabolisme tubuh dan nafsu makan.
-
Obesitas
Individu dengan obesitas mungkin memiliki kebutuhan kalori harian yang lebih tinggi dibandingkan individu dengan berat badan normal. Hal ini karena tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mempertahankan massa tubuh yang lebih besar.
-
Kehamilan dan Menyusui
Individu yang sedang hamil atau menyusui memiliki kebutuhan kalori harian yang lebih tinggi dibandingkan individu yang tidak hamil atau menyusui. Hal ini karena tubuh membutuhkan energi tambahan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dalam cara menghitung BMR, individu dapat memperoleh perkiraan kebutuhan kalori harian yang lebih akurat. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan dan mencegah komplikasi terkait kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Tutorial Cara Menghitung BMR
Mengetahui cara menghitung BMR (Basal Metabolic Rate) sangat penting untuk mengelola berat badan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Berikut adalah tutorial langkah demi langkah untuk menghitung BMR Anda:
-
Langkah 1: Tentukan Jenis Kelamin Anda
Jenis kelamin merupakan faktor penting dalam menghitung BMR. Rumus yang digunakan berbeda untuk pria dan wanita.
-
Langkah 2: Ukur Tinggi Badan Anda
Tinggi badan diukur dalam satuan sentimeter (cm). Pastikan Anda berdiri tegak dan mengukur tinggi badan Anda tanpa alas kaki.
-
Langkah 3: Ukur Berat Badan Anda
Berat badan diukur dalam satuan kilogram (kg). Pastikan Anda menimbang berat badan Anda tanpa mengenakan pakaian atau alas kaki.
-
Langkah 4: Hitung BMR Anda Menggunakan Rumus
Setelah Anda memiliki informasi di atas, Anda dapat menghitung BMR Anda menggunakan rumus berikut:
- Pria: BMR = 66,47 + (13,75 x berat badan dalam kg) + (5,003 x tinggi badan dalam cm) – (6,755 x usia dalam tahun)
- Wanita: BMR = 655,1 + (9,563 x berat badan dalam kg) + (1,850 x tinggi badan dalam cm) – (4,676 x usia dalam tahun)
Tutorial ini akan membantu Anda menghitung BMR dengan akurat. Mengetahui BMR Anda akan memungkinkan Anda untuk memahami kebutuhan kalori harian Anda dan membuat pilihan yang tepat mengenai pola makan dan gaya hidup Anda.
Tips Menghitung BMR
Menghitung Basal Metabolic Rate (BMR) secara akurat sangat penting untuk mengelola berat badan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda menghitung BMR dengan tepat:
Tip 1: Gunakan rumus yang tepat
Terdapat rumus yang berbeda untuk menghitung BMR pria dan wanita. Pastikan Anda menggunakan rumus yang sesuai dengan jenis kelamin Anda.
Tip 2: Ukur tinggi dan berat badan Anda dengan akurat
Tinggi dan berat badan merupakan faktor penting dalam menghitung BMR. Pastikan Anda mengukur tinggi dan berat badan Anda dengan akurat tanpa alas kaki atau pakaian.
Tip 3: Pertimbangkan usia Anda
Usia juga memengaruhi BMR. Rumus BMR memperhitungkan usia Anda, sehingga pastikan Anda memasukkan informasi ini dengan benar.
Tip 4: Perhatikan aktivitas fisik Anda
Aktivitas fisik dapat memengaruhi kebutuhan kalori harian Anda. Jika Anda sangat aktif, Anda mungkin perlu menyesuaikan hasil BMR Anda untuk memperhitungkan pengeluaran energi tambahan.
Tip 5: Konsultasikan dengan ahli kesehatan
Jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau kekhawatiran tentang berat badan, sebaiknya berkonsultasilah dengan ahli kesehatan untuk mendapatkan panduan yang dipersonalisasi.
Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat menghitung BMR dengan akurat dan menggunakan informasi tersebut untuk membuat pilihan yang tepat mengenai pola makan dan gaya hidup Anda.
Mengetahui BMR Anda akan memungkinkan Anda untuk memahami kebutuhan kalori harian Anda dan membuat pilihan yang tepat mengenai pola makan dan gaya hidup Anda untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
Kesimpulan
Memahami cara menghitung BMR (Basal Metabolic Rate) sangat penting untuk mengelola berat badan dan menjaga kesehatan secara keseluruhan. BMR merupakan indikator kebutuhan kalori harian yang diperlukan tubuh untuk menjalankan fungsi-fungsi dasarnya, seperti bernapas, mencerna makanan, dan menjaga suhu tubuh.
Dengan mengetahui BMR, individu dapat membuat pilihan yang tepat mengenai asupan kalori dan aktivitas fisik mereka untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat. Perhitungan BMR yang akurat juga dapat membantu mencegah masalah kesehatan yang terkait dengan kelebihan atau kekurangan berat badan, seperti penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
Youtube Video:
