
Mad arid lissukun adalah salah satu hukum tajwid yang mengatur cara membaca huruf (ha) yang dibaca mati (tidak berbunyi) dan huruf sesudahnya dibaca sukun (tidak berharakat).
Hukum mad arid lissukun sangat penting dalam membaca Al-Qur’an karena dapat mempengaruhi makna bacaan. Misalnya, kata “” dibaca “Allah” jika mengikuti hukum mad arid lissukun, sedangkan jika tidak mengikuti hukum ini akan dibaca “Allahu”.
Untuk membaca mad arid lissukun, huruf (ha) dibaca mati dan huruf sesudahnya dibaca sukun. Misalnya, kata “” dibaca “Muhammad”. Hukum mad arid lissukun hanya berlaku jika huruf (ha) terletak di akhir kata dan huruf sesudahnya berharakat sukun.
Cara Membaca Mad Arid Lissukun
Mad arid lissukun adalah salah satu hukum tajwid yang mengatur cara membaca huruf ha yang dibaca mati dan huruf sesudahnya dibaca sukun. Hukum ini sangat penting dalam membaca Al-Qur’an karena dapat mempengaruhi makna bacaan.
- Pengertian
- Ketentuan
- Cara membaca
- Contoh
- Manfaat
- Hubungan dengan hukum tajwid lainnya
- Sejarah
Ketujuh aspek tersebut saling berkaitan dan membentuk pemahaman yang komprehensif tentang cara membaca mad arid lissukun. Misalnya, memahami pengertian mad arid lissukun akan membantu kita mengetahui ketentuan dan cara membacanya dengan benar. Contoh bacaan yang tepat dapat memperkuat pemahaman kita tentang hukum ini, sementara mengetahui manfaatnya dapat memotivasi kita untuk mempelajarinya.
Pengertian
Pengertian mad arid lissukun sangat penting dalam memahami cara membaca mad arid lissukun dengan benar. Mad arid lissukun adalah hukum tajwid yang mengatur cara membaca huruf ha yang dibaca mati dan huruf sesudahnya dibaca sukun. Pengertian ini menjelaskan bahwa mad arid lissukun bukanlah sekadar teknik membaca, tetapi sebuah aturan yang harus diikuti untuk menghasilkan bacaan Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid.
-
Komponen Pengertian
Pengertian mad arid lissukun terdiri dari dua komponen utama, yaitu huruf ha yang dibaca mati dan huruf sesudahnya yang dibaca sukun. Kedua komponen ini saling berkaitan dan membentuk hukum tajwid yang utuh.
-
Contoh Pengertian
Contoh pengertian mad arid lissukun dapat ditemukan dalam kata “”. Huruf ha pada kata tersebut dibaca mati, sedangkan huruf mim sesudahnya dibaca sukun. Contoh ini menunjukkan bahwa mad arid lissukun hanya berlaku pada huruf ha yang terletak di akhir kata dan huruf sesudahnya berharakat sukun.
-
Implikasi Pengertian
Pengertian mad arid lissukun memiliki implikasi penting dalam membaca Al-Qur’an. Jika hukum ini tidak diikuti dengan benar, maka bacaan Al-Qur’an dapat menjadi salah dan kehilangan makna aslinya. Oleh karena itu, memahami pengertian mad arid lissukun merupakan langkah awal yang penting dalam mempelajari hukum tajwid.
, pengertian mad arid lissukun menjadi dasar bagi pemahaman dan penerapan hukum tajwid ini dengan benar. Dengan memahami pengertiannya, kita dapat mengetahui komponen, contoh, dan implikasi mad arid lissukun, sehingga dapat membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid yang berlaku.
Ketentuan
Ketentuan cara membaca mad arid lissukun merupakan aspek penting yang harus dipahami untuk dapat membacanya dengan benar. Ketentuan ini mencakup beberapa aspek, antara lain:
-
Tempat Lafal Mad Arid Lissukun
Mad arid lissukun hanya berlaku pada huruf (ha) yang terletak di akhir kata dan huruf sesudahnya berharakat sukun.
-
Cara Melafalkan Mad Arid Lissukun
Huruf (ha) dibaca mati, sedangkan huruf sesudahnya dibaca sukun. Misalnya, kata “” dibaca “Muhammad”.
-
Waktu Membaca Mad Arid Lissukun
Mad arid lissukun dibaca selama dua harakat, yaitu satu harakat pada huruf ha yang mati dan satu harakat pada huruf sesudahnya yang sukun.
-
Lafal Mad Arid Lissukun yang Benar
Mad arid lissukun dilafalkan dengan jelas dan tidak ditarik terlalu panjang. Lafalan yang benar akan menghasilkan bacaan Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid.
Dengan memahami ketentuan-ketentuan ini, kita dapat membaca mad arid lissukun dengan benar dan sesuai dengan kaidah tajwid.
Cara Membaca
Cara membaca merupakan aspek mendasar dalam mempelajari cara membaca mad arid lissukun. Tanpa pemahaman yang baik tentang cara membaca dasar, akan sulit untuk memahami dan menerapkan hukum mad arid lissukun dengan benar.
Cara membaca mencakup beberapa aspek, antara lain:
- Mengenal huruf-huruf Hijaiyah
- Memahami harakat (baris, titik, dan tanwin)
- Mengetahui hukum tajwid dasar
- Melatih kelancaran dan keindahan membaca
Setiap aspek tersebut saling berkaitan dan membentuk kemampuan membaca yang baik. Misalnya, mengenal huruf-huruf Hijaiyah merupakan prasyarat untuk memahami harakat dan hukum tajwid. Kemampuan membaca yang baik akan mempermudah seseorang dalam memahami dan menerapkan hukum mad arid lissukun.
Oleh karena itu, sebelum mempelajari cara membaca mad arid lissukun, sangat penting untuk memiliki dasar cara membaca yang baik. Dengan demikian, seseorang dapat memahami dan menerapkan hukum mad arid lissukun dengan benar, serta membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid.
Contoh
Contoh merupakan bagian penting dalam memahami cara membaca mad arid lissukun. Dengan melihat dan mendengar contoh bacaan yang benar, seseorang dapat lebih mudah memahami dan mempraktikkan hukum tajwid ini. Contoh bacaan juga dapat membantu seseorang mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam membaca mad arid lissukun.
Salah satu contoh bacaan mad arid lissukun adalah kata “”. Kata ini dibaca “Muhammad” sesuai dengan hukum mad arid lissukun. Huruf (ha) pada kata tersebut dibaca mati, sedangkan huruf mim sesudahnya dibaca sukun. Contoh bacaan ini menunjukkan bagaimana hukum mad arid lissukun diterapkan dalam bacaan Al-Qur’an.
Dengan memahami dan mempraktikkan contoh bacaan mad arid lissukun, seseorang dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. Contoh bacaan juga dapat menjadi referensi bagi seseorang untuk memperbaiki bacaannya dan menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi.
Manfaat
Memahami dan menguasai cara membaca mad arid lissukun memiliki beberapa manfaat penting, antara lain:
-
Membaca Al-Qur’an dengan Benar
Mad arid lissukun merupakan salah satu hukum tajwid yang harus diikuti dalam membaca Al-Qur’an. Dengan memahami dan menguasai cara membaca mad arid lissukun, seseorang dapat membaca Al-Qur’an dengan benar dan sesuai dengan kaidah tajwid.
-
Memahami Makna Al-Qur’an
Hukum mad arid lissukun dapat mempengaruhi makna bacaan Al-Qur’an. Misalnya, kata “” dibaca “Allah” jika mengikuti hukum mad arid lissukun, sedangkan jika tidak mengikuti hukum ini akan dibaca “Allahu”. Dengan memahami dan menguasai cara membaca mad arid lissukun, seseorang dapat memahami makna Al-Qur’an dengan lebih baik.
-
Mendapat Pahala
Membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan kaidah tajwid, termasuk hukum mad arid lissukun, merupakan salah satu bentuk ibadah yang berpahala. Dengan memahami dan menguasai cara membaca mad arid lissukun, seseorang dapat memperoleh pahala dari Allah SWT.
-
Menjadi Contoh yang Baik
Seseorang yang memahami dan menguasai cara membaca mad arid lissukun dapat menjadi contoh yang baik bagi orang lain. Dengan menunjukkan cara membaca yang benar, seseorang dapat membantu orang lain untuk mempelajari dan memahami Al-Qur’an dengan baik pula.
Dengan demikian, memahami dan menguasai cara membaca mad arid lissukun sangat penting bagi setiap Muslim yang ingin membaca Al-Qur’an dengan benar, memahami maknanya, mendapatkan pahala, dan menjadi contoh yang baik bagi orang lain.
Hubungan dengan hukum tajwid lainnya
Cara membaca mad arid lissukun tidak dapat dilepaskan dari hubungannya dengan hukum tajwid lainnya. Hukum tajwid merupakan seperangkat aturan yang mengatur cara membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Hukum-hukum tajwid saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain, termasuk dalam membaca mad arid lissukun.
Salah satu hukum tajwid yang terkait erat dengan mad arid lissukun adalah hukum nun sukun dan tanwin. Nun sukun adalah huruf nun yang tidak berharakat, sedangkan tanwin adalah tanda baca yang menunjukkan bahwa suatu kata berakhiran dengan huruf alif, wau, atau ya. Ketika mad arid lissukun bertemu dengan nun sukun atau tanwin, maka cara membacanya akan terpengaruh.
Contohnya, dalam kata “minhum”, huruf nun pada akhir kata berharakat sukun. Menurut hukum nun sukun, maka huruf nun tersebut dibaca dengan dengung. Namun, karena sebelum nun sukun terdapat huruf (ha) yang dibaca mati, maka hukum mad arid lissukun juga berlaku. Akibatnya, bacaan kata “minhum” menjadi panjang dua harakat, yaitu satu harakat pada huruf (ha) yang mati dan satu harakat pada huruf nun yang sukun dan dibaca dengung.
Pemahaman tentang hubungan antara mad arid lissukun dan hukum tajwid lainnya sangat penting agar dapat membaca Al-Qur’an dengan benar dan sesuai dengan kaidah tajwid. Dengan memahami hubungan ini, seseorang dapat menghindari kesalahan-kesalahan dalam membaca mad arid lissukun dan hukum tajwid lainnya, sehingga bacaan Al-Qur’an menjadi lebih baik dan sesuai dengan tuntunan.
Sejarah
Sejarah memiliki kaitan erat dengan cara membaca mad arid lissukun karena hukum tajwid ini telah berkembang dan disempurnakan selama berabad-abad. Memahami sejarah mad arid lissukun membantu kita mengetahui asal-usul, perkembangan, dan alasan di balik aturan-aturan yang diterapkan dalam membaca Al-Qur’an.
-
Masa Rasulullah SAW
Pada masa Rasulullah SAW, Al-Qur’an diturunkan secara lisan dan dihafal oleh para sahabat. Belum ada aturan tajwid yang baku, namun Rasulullah SAW membimbing para sahabat dalam membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai dengan bahasa Arab yang fasih.
-
Masa Khulafaur Rasyidin
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, para sahabat mulai menyebarkan Islam ke berbagai wilayah. Muncullah kebutuhan untuk menstandarisasi bacaan Al-Qur’an agar tidak terjadi perbedaan yang signifikan. Pada masa ini, mulai dirumuskan beberapa kaidah tajwid, termasuk aturan mad arid lissukun.
-
Masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah
Pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, studi tajwid berkembang pesat. Para ulama menyusun kitab-kitab tentang tajwid dan merumuskan aturan-aturan yang lebih detail, termasuk tentang mad arid lissukun. Ilmu tajwid menjadi bagian penting dalam pendidikan Islam.
-
Masa Modern
Di era modern, studi tajwid terus berlanjut. Banyak ulama dan ahli bahasa yang melakukan penelitian dan pengembangan ilmu tajwid, termasuk dalam hal mad arid lissukun. Seiring dengan perkembangan teknologi, muncul berbagai metode dan media pembelajaran tajwid yang memudahkan masyarakat untuk mempelajarinya.
Dengan memahami sejarah mad arid lissukun, kita dapat lebih menghargai dan menjaga keaslian bacaan Al-Qur’an yang telah diwariskan selama berabad-abad. Hal ini juga memotivasi kita untuk mempelajari dan mengamalkan hukum tajwid dengan benar agar bacaan Al-Qur’an kita sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan para ulama.
Tutorial Cara Membaca Mad Arid Lissukun
Mad arid lissukun adalah hukum tajwid yang mengatur cara membaca huruf ha yang dibaca mati dan huruf sesudahnya dibaca sukun. Hukum ini sangat penting dalam membaca Al-Qur’an karena dapat mempengaruhi makna bacaan.
-
Langkah 1: Kenali Ciri-ciri Mad Arid Lissukun
Mad arid lissukun hanya berlaku pada huruf ha yang terletak di akhir kata dan huruf sesudahnya berharakat sukun.
-
Langkah 2: Cara Melafalkan Mad Arid Lissukun
Huruf ha dibaca mati, sedangkan huruf sesudahnya dibaca sukun. Misalnya, kata “Muhammad” dibaca “Muhammadun”.
-
Langkah 3: Perhatikan Waktu Pembacaan
Mad arid lissukun dibaca selama dua harakat, yaitu satu harakat pada huruf ha yang mati dan satu harakat pada huruf sesudahnya yang sukun.
-
Langkah 4: Hindari Membaca Terlalu Panjang
Mad arid lissukun tidak boleh dibaca terlalu panjang. Lafalan yang benar adalah jelas dan tidak berlebihan.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat membaca mad arid lissukun dengan benar dan sesuai dengan kaidah tajwid. Hal ini akan membantu Anda dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan memahami maknanya dengan lebih jelas.
Tips Membaca Mad Arid Lissukun
Untuk membaca mad arid lissukun dengan baik dan benar, berikut beberapa tips yang dapat diikuti:
Tip 1: Pahami Konsep Mad Arid Lissukun
Sebelum mempraktikkan, sangat penting untuk memahami konsep mad arid lissukun terlebih dahulu. Kenali ciri-ciri dan ketentuan hukum tajwid ini agar dapat diterapkan dengan tepat.
Tip 2: Dengarkan dan Perhatikan Bacaan yang Benar
Dengarkan bacaan Al-Qur’an dari qari atau guru yang kompeten untuk mengetahui pengucapan mad arid lissukun yang benar. Perhatikan bagaimana mereka melafalkan huruf ha dan huruf sesudahnya yang sukun.
Tip 3: Berlatih Secara Rutin
Keterampilan membaca mad arid lissukun membutuhkan latihan yang rutin. Alokasikan waktu khusus setiap hari untuk berlatih membaca kata-kata yang mengandung hukum tajwid ini. Semakin sering berlatih, maka bacaan akan semakin baik.
Tip 4: Gunakan Mushaf Al-Qur’an Bersanad
Saat berlatih atau membaca Al-Qur’an, gunakan mushaf yang bersanad dan telah disetujui oleh lembaga yang berwenang. Hal ini untuk memastikan bahwa tanda-tanda tajwid, termasuk mad arid lissukun, telah tercantum dengan benar.
Tip 5: Belajar dari Guru atau Ustadz
Untuk memperdalam pemahaman dan praktik membaca mad arid lissukun, sangat disarankan untuk belajar dari guru atau ustadz yang ahli dalam ilmu tajwid. Mereka dapat memberikan bimbingan dan koreksi yang tepat.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan dapat membantu dalam membaca mad arid lissukun dengan baik dan benar. Hal ini akan berkontribusi pada bacaan Al-Qur’an yang lebih sesuai dengan kaidah tajwid dan bernilai ibadah.
Kesimpulan
Mad arid lissukun merupakan hukum tajwid yang penting untuk dipahami dan diamalkan dalam membaca Al-Qur’an. Dengan memahami konsep, mendengarkan bacaan yang benar, berlatih secara rutin, dan belajar dari ahlinya, kita dapat meningkatkan kemampuan membaca mad arid lissukun dan memperoleh pahala dari Allah SWT.
Kesimpulan
Mad arid lissukun merupakan hukum tajwid yang mengatur cara membaca huruf ha yang mati dan huruf sesudahnya dibaca sukun. Hukum ini sangat penting dalam membaca Al-Qur’an karena dapat mempengaruhi makna bacaan. Untuk membacanya dengan benar, perlu memahami konsep, mendengarkan bacaan yang tepat, berlatih secara rutin, dan belajar dari ahli tajwid.
Dengan menguasai mad arid lissukun, kita dapat membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Hal ini tidak hanya akan memperindah bacaan, tetapi juga meningkatkan pemahaman kita terhadap makna Al-Qur’an. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi setiap Muslim untuk mempelajari dan mengamalkan hukum mad arid lissukun dalam membaca Al-Qur’an.
Youtube Video:
