Jurnalindo.com, – Program mudik gratis bagi perantau asal Jawa Tengah kembali digelar menjelang Idul Fitri 2026. Namun, tahun ini kuota untuk Kabupaten Pati mengalami pengurangan akibat efisiensi anggaran.
Pemerintah Kabupaten Pati hanya menyediakan 10 armada bus untuk mengangkut pemudik asal Pati dari wilayah Jabodetabek. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 16 bus.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Nita Agustiningtyas, menjelaskan bahwa pengurangan armada dilakukan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran yang diprioritaskan untuk kebutuhan infrastruktur.
“Memang ada penurunan jumlah kendaraan. Tahun lalu 16 bus, sekarang 10 bus karena efisiensi anggaran,” ujarnya, Pada Jumat (20/02/2026).
Setiap bus memiliki kapasitas 50 penumpang, sehingga total kuota mudik gratis untuk perantau asal Pati tahun ini sebanyak 500 orang. Program ini menyasar pekerja harian, buruh pabrik, asisten rumah tangga (ART), serta mahasiswa dari kalangan menengah ke bawah yang merantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Mudik gratis ini merupakan program yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan didukung oleh pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, termasuk Pemkab Pati yang menganggarkan penyediaan armada bus.
Pelepasan pemudik dijadwalkan berlangsung serentak pada 16 Maret 2026 dengan titik kumpul di halaman Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Peserta tidak dipungut biaya apa pun dan juga mendapatkan fasilitas snack untuk berbuka puasa selama perjalanan.
Setibanya di Pati, rombongan pemudik akan disambut oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, sebelum kemudian diantar ke kecamatan terdekat sesuai daerah asal masing-masing.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi resmi Pemprov Jateng dengan syarat membawa KTP Provinsi Jawa Tengah dan Kartu Keluarga (KK). Kuota berlaku terbatas dengan sistem siapa cepat dia dapat. (Juri/Jurnal)












