Jurnalindo.com, – Banjir yang melanda Kabupaten Pati terus mengancam sektor pertanian. Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati menunjukkan, hingga 11 Januari 2026, sekitar 340 hektar lahan pertanian terendam air. Luasan ini berpotensi bertambah seiring intensitas hujan yang masih tinggi.
Kepala Dinas Pertanian, Ratri Wijayanto, menyebutkan, area terdampak mencakup sawah di Kecamatan Dukuhseti, Margoyoso, Jakenan, Pati Kota, dan sebagian kecil di Kecamatan Winong. Selain sawah, tanaman bawang merah di Kecamatan Wedarijaksa juga terdampak banjir.
“Beberapa hektar sawah bahkan sudah siap panen, tapi akibat banjir petani terancam gagal panen dan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Data kami per tanggal 11 Januari ada sekitar 340 hektar. Hari ini masih dalam proses, kemungkinan naik. Nanti kami update lagi,” ujar Ratri, Senin (12/01/2026).
Kepala Desa Sidoarum, Kecamatan Jakenan, Mulyono, menambahkan, salah satu penyebab meluasnya banjir adalah tanggul sungai yang jebol akibat tak kuat menahan aliran air hujan.
“Ada tanggul Sungai Kedunglo yang jebol sepanjang 7 meter dengan kedalaman 1 meter. Nanti kami tangani bersama warga,” kata Mulyono.
Sebagai langkah antisipasi, warga dan pihak desa segera membuat tanggul darurat untuk mencegah luapan air masuk ke sawah dan pemukiman.
Warga juga diimbau untuk tetap waspada terhadap kenaikan debit air Sungai Silugonggo, yang terus meningkat akibat curah hujan tinggi.
Dengan kondisi ini, petani diminta berhati-hati karena gagal panen bisa menimbulkan kerugian besar, sementara upaya mitigasi masih terus dilakukan oleh pemerintah desa dan warga setempat. (Juri/Jurnal)












