Penyebab Kantuk Setelah Sahur Dan Buka Puasa

Jurnalindo.com – Memasuki bulan Dzulhijjah beberapa waktu lalu, umat islam disunnahkan melakukan puasa selama sepuluh hari awal bulan.

Euforia sahur hingga berbuka puasa mulai terasa. Berjejer makanan dan minuman memenuhi meja menjelang magrib dan subuh.

Namun pernahkah Anda merasakan kantuk seusai sahur dan berbuka puasa?

Pakar Gizi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta Irtya Qiyamulail mengatakan, makan dalam jumlah besar berperan dalam menyebabkan perasaan mengantuk. Hal ini terkait dengan perubahan aliran darah di otak dan hormon di tubuh.

“Ketika Anda makan, maka pencernaan di tubuh akan bekerja. Aliran darah pun akan lebih banyak dialihkan ke sistem pencernaan agar dapat terproses dengan baik. Ketika hal ini terjadi, aliran darah di otak akan berkurang dan menyebabkan perasaan mengantuk,” kata dia seperti dilansir dari antaranews.

Oleh karena itu, ketimbang makan dalam jumlah besar, Anda disarankan mengonsumsi makan dalam jumlah sedikit tetapi sering.

Di sisi lain, jenis makanan yang Anda santap juga berhubungan dengan munculnya rasa kantuk. Irtya menuturkan, makanan yang tinggi kandungan karbohidrat terutama karbohidrat sederhana misalnya yang mengandung tinggi gula termasuk yang bisa menyebabkan kantuk usai dikonsumsi.

Seperti buah cheri. Diketahui mempengaruhi kadar melatonin, karbohidrat menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah, kemudian mineral dalam pisang bisa mengendurkan otot Anda. Ini juga bisa menjadi faktor yang dapat membuat Anda mengantuk.

Selain itu, makanan dengan kandungan asam amino triptofan yang biasanya ada pada makanan tinggi protein juga dapat memicu produksi serotonin yang berperan besar terhadap rasa kantuk.

Sejumlah makan dengan kandungan asam amino triptofan antara lain bayam, kedelai, telur, keju, tahu dan ikan.

Jadi saat Anda merasa mengantuk seusai sahur dan buka puasa disebabkan karena aliran darah ke usus kecil meningkat secara dramatis setelah Anda makan.

“Dan saat darah dipompa ke usus untuk memicu pencernaan, penurunan aliran darah ke otak dapat memicu perasaan kantuk” Kata prosesor ilmu kesehatan di Universitas Kyorin Jepang Dr. Tomonori Kishino.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *